Dalam rilis yang diterima detikcom, Jumat (21/12/2012) disebutkan majalah yang dikerjakan dalam waktu 3 minggu ini dijanjikan bukan majalah asal jadi. Dari tampilan cover, isi, cara penulisan hingga materi yang disajikan sudah hampir setara dengan majalah komersial.
Bahkan gambar-gambar yang ada di dalamnya memiliki misi yang sangat pas bagi Kementerian Luar Negeri atau pihak terkait lainnya. Cover majalah misalnya, memperlihatkan sebuah ilustrasi bagaimana seorang pegawai yang dengan gagah berjalan diatas jalan setapak yang berjudul clean (bersih). Yang bersangkutan tidak pernah gundah meski diawasi secara terus menerus yang digambarkan dengan kaca pembesar. Uniknya lagi, laporan utama yang mengulas WTP alias Wajar Tanpa Pengecualian diplesetkan dengan kalimat: What’s The Price. Ada campuran antara serius tapi santai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itjen bukan lagi seperti pemadam kebakaran yang hanya datang pada saat ada api sudah berkobar. Namun siap memberikan pendampingan agar kebakaran tidak pernah terjadi. Itulah mengapa, Kaleidoskop ini selain berisi capaian lembaga juga memperkenalkan berbagai trik dan cara agar Satker Kementerian Luar Negeri selamat dan sukses dalam mengemban misinya," jelas Sugeng.
Dalam majalah ini ada kolom tentang surat elektronik, cara menghindari kesalahan yang sering berulang, upaya mempertahankan WTP, tidak khawatir diaudit hingga hal-hal yang yang bersifat selingan yang menyegarkan.
“Kaleidoskop juga menjadi ajang bagi staf Itjen untuk menuangkan berbagai gagasannya dalam bentuk tulisan sehingga menjadi kontribusi positif dalam kerangka reformasi birokrasi,” ujar Bambang Antarikso, Sekretaris Itjen Kemlu.
Menurut Pempinan Redaksi Kaledoskop, M. Aji Surya, hal yang mungkin agak susah dalam pembuatan Kaleidoskop ini adalah pembahasaan substansi keitjenan yang kadangkala memang kurang seksi. Namun dengan semangat yang luar biasa dari awak redaksi, ada jaminan bahwa pembaca seperti semacam disuguhi makanan yang bernuansa gurih campur pedas dan juga sedikit kecut.
“Jangan pernah percaya sebelum mencoba,”pesannya.
(mpr/mpr)











































