3 Polisi Tewas di Poso, Wakapolri: Itu Risiko Jadi Polisi

3 Polisi Tewas di Poso, Wakapolri: Itu Risiko Jadi Polisi

Andri Haryanto - detikNews
Kamis, 20 Des 2012 18:29 WIB
3 Polisi Tewas di Poso, Wakapolri: Itu Risiko Jadi Polisi
Jakarta - Tiga personel Brimob Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) gugur saat menjalankan tugas patroli di Tambarana, Poso Pesisir, Sulteng. Mereka diserang kelompok teror. Wakil Kepala Polri Komjen Nanan Sukarna menyebut, gugurnya 3 anggota Brimob itu merupakan risiko dari tugas anggota kepolisian.

"Maaf saya bukan-buka handphone, bukan apa-apa, ini ada kabar tiga anggota polisi meninggal di Poso. Itulah bagian risiko menjadi anggota polisi," ucap Nanan tanpa mengucapkan belasungkawa.

Pernyataan tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara di seminar 'Relasi Negara dan Agama dalam Sistem Demokrasi, Problematika Ngara Dalam Menangani Intoleransi Agama', di Aula Universitas Paramadina, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (20/12/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penambahan personel Brimob dari Mabes Polri telah dilakukan sebelumnya, untuk membantu operasi teror yang selama ini kerap terjadi di wilayah Poso. Personel bantuan tersebut, kata Nanan, berada di Sulteng sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

"Mereka tetap standby di sana, ya harusnya sampai dengan selesai," katanya.

Di Desa Kalora kerap terjadi baku tembak dan pelemparan bom terhadap aparat saat akan menangkap kelompok teror, apa tidak dikepung saja kalau alat buktinya cukup?

"Sudah, pasti sudah dikerjakan oleh mereka (personel Brimob). Tapi kan belum ketangkap semua. Mudah-mudahan ini bisa berhenti," jawab Nanan.

Nanan menambahkan, pihaknya membutuhkan dukungan masyarakat guna menyelesaikan konflik teror yang kerap membayangi Poso.

"kita butuh dukungan dari masyarakat, maksudnya bukan dukungan nangkapi, tapi dukungan informasi kemudian hal-hal yang bisa menyetop mereka berbuat," kata Nanan.

Sebelumnya, tiga personel Brimob Polda Sulteng gugur dalam baku tembak dengan kelompok teror. Mereka adalah Briptu Wayan Putu Ariawan, Briptu Winarto, Briptu Ruslan. Sementara tiga personel lainnya mengalami luka tembak, mereka adalah Briptu Eko Wijaya Sumarno, Briptu Lungguh Anggara, Briptu Siswandi.

(ahy/ndr)


Berita Terkait