"Nanti selama satu bulan saat penyusunan Daftar Pemilih Sementara (DPS), kami mulai turun ke lapangan. Kami harapkan masyarakat aktif mengecek apakah sudah terdaftar atau belum. Kami juga siapkan sistem atau featur Sistem Daftar Pemilih (Sidalih)," ungkap anggota KPU Hadar Nafis Gumay,
Hal itu disampaikan usai Diskusi Akbar Akhir Tahun 2012 dengan tema "Evaluasi Kesiapan Pemilu 2014" di Kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta, Kamis (20/12/2012). Menurutnya, Sidalih akan efektif bisa diakses oleh masyarakat pada saat KPU telah selesai menyusun DPS, artinya sebelum menetukan Daftar Pemilih Tetap (DPT).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada saat DPS kami selesaikan akan kami buka (Sidalih), masyarakat diharapkan berpatisipasi, bahkan sebelum itu sebetulnya bisa. Tapi at least pada DPS dbuka masyarakat bisa mengecek sendiri dengan menetik NIK, nama atau data lain," lanjutnya.
Selain sebagai sistem pemutakhiran daftar pemilih, sidalih juga berfungsi sebagai sistem yang bisa mengeliminasi jika terdapat daftar pemilih ganda.
"Sidalih ini sistem untuk menghilangkan kegandaan daftar pemilih, walau tidak semua kegandaan bisa hilang begitu saja. Yang hilang yang 100 persen NIK, nama, alamat, dan jenis kelamin sama," kata Hadar.
(bal/lh)











































