"Kalau ada peluang dan dukungan parpol, itu yang mendorong saya memajukan demokrasi di Indonesia," ujar Mahfud di hadapan peserta diskusi tentang calon presiden 2014 bertajuk 'Upaya Peningakatan Kualitas Pilihan Pemilih', di Bale Rumawat Unpad, Jalan Dipatiukur, Bandung, Kamis (20/12/2012).
Menanggapi survei LSI yang menunjukkan dirinya berada di posisi teratas sebagai potensial capres pilihan terkuat, Mahfud mengatakan hal itu sebagai hasil yang cukup objektif.
"Saya senang dengan survei ini. Saya katakan ini adalah opini dari tokoh-tokoh, tapi menurut saya pilihan ini objektif, tepat, dan rasional," tutur Mahfud
Namun demikian, meski diunggulkan dibandingkan dengan tokoh lainnya seperti Jusuf Kalla, Megawati, Dahlan Iskan, dan Sri Mulyani, Mahfud mengaku tetap menjalankan aktivitas seperti biasa.
"Saya selama ini normal-normal saja, dalam pengertian saya bertugas sebagai pejabat," katanya.
Mahfud juga mengatakan meski membutuhkan kendaraan politik untuk maju sebagai capres, tidak akan tersandera dengan kepentingan parpol. "Kalau begitu (tersandera kepentingan parpol) saya tidak akan maju," tegasnya.
Saat ditanya oleh salah satu peserta diskusi apakah dirinya malu jika maju pada Pilres nanti, Mahfud menyatakan dalam dunia politik jika malu-malu akan digilas. "Saya tak malu-malu, dalam politik kalau malu-malu itu lewat dan akan digilas," katanya.
"Kalau nanti siap, saya akan maju biar tidak digilas orang," tegasnya.
(ern/rmd)











































