Seorang Pasien Suspect Flu Burung Dirawat di RS Semarang

Seorang Pasien Suspect Flu Burung Dirawat di RS Semarang

- detikNews
Kamis, 20 Des 2012 12:33 WIB
Seorang Pasien Suspect Flu Burung Dirawat di RS Semarang
Foto: angling adhitya p/detikcom
Semarang - Seorang pasien suspect flu burung dirawat di ruang isolasi RS Elisabeth Semarang. Pria tersebut adalah pekerja swasta berusia 54 tahun yang memiliki peternakan ayam di Bergas, Kabupaten Semarang.

Kepala Humas RS Elisabeth Semarang, Probowatie Tjondronegoro membenarkan ada pasien suspect flu burung di ruang isolasi. Pasien pria itu masuk ke RS sejak Senin (17/12/2012) lalu.

"Masuk ke ruang isolasi, itu ruangan biasa hanya saja dia sendirian dan keluar masuk cuci tangan," kata Probowatie di kantornya, RS Elisabeth Semarang, Kamis (20/12/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menambahkan pasien berinisial MUK menjadi suspect flu burung karena kekhawatiran dari pasien itu sendiri. MUK menderita flu bersamaan dengan ayam-ayam ternak miliknya yang mati mendadak.

"Tiga atau empat ayamnya mati mendadak. Kebetulan dia kena flu, karena khawatir dibawa ke sini. Gejala sesak dan sama seperti flu biasa. Kita mending over diagnosa daripada kecolongan," tandas Probowatie.

Meski demikian, pihaknya tidak mau ambil risiko dan tetap melakukan penanganan dengan menempatkan pasien di ruang isolasi. Laporan terkait adanya pasien suspect flu burung itu pun, lanjut Probo, sudah diberikan ke Dinas Kesehatan Kota.

"Karena yang punya laboratorium untuk H5N1 adalah dinas kesehatan. Mereka sudah ke sini untuk melakukan pemeriksaan. Pemeriksaan foto 'thorax' sudah dilakukan," ujar Probowatie.

"Kalau terbukti flu burung, maka akan dirujuk ke RS Kariadi Semarang," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Anung Sugihantono mengatakan, pemeriksaan terhadap MUK sudah dilakukan. Hasil pemeriksaan apakah MUK terinfeksi virus H5N1 atau tidak baru bisa diketahui Sabtu (22/12) mendatang.

"Epidemiologi terduga flu burung karena kontak dengan unggas. Hasilnya Sabtu besok baru akan keluar. Ini kasus flu burung pertama di Jawa Tengah selama tahun 2012," tegas Anung.

Suster yang menangani MUK, Sinta menambahkan, saat ini kondisi pasiennya sudah membaik. "Sudah baik dan ada mobilisasi aktif," katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jateng, Whitono mengatakan dari data sejak September hingga Desember, lebih dari 62 ribu unggas jenis itik mati mendadak. Pihaknya sudah melakukan langkah antisipatif dengan menurunkan tim gerak cepat dan menyebarkan disinvektan.

"Sudah menyebarkan disinfektan sebanyak 1.300 liter. Rapat koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota juga sudah dilakukan," ujar Whitono.

(alg/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads