6 Orang Jujur yang Berani Mengembalikan Uang Tak Bertuan

6 Orang Jujur yang Berani Mengembalikan Uang Tak Bertuan

- detikNews
Kamis, 20 Des 2012 10:37 WIB
6 Orang Jujur yang Berani Mengembalikan Uang Tak Bertuan
Jakarta -

Debbie Cole Kembalikan Uang US$65 Ribu

Di awal bulan Oktober lalu, seorang wanita bernama Debbie Cole (53) sedang berjalan di sekitar kawasan Florida. Lalu, dia melihat sebuah truk sampah yang sedang membersihkan tumpukan kotoran. Namun sebagian ada yang berceceran.

Di antara yang berceceran itu ada sebuah plastik bergaris merah yang teronggok di jalanan dan sudah terlindas kendaraan beberapa kali. Saat diangkat oleh Debbie, plastik itu rupanya berisi US$ 65 ribu atau sekitar Rp 617.500.000.

Sempat kaget beberapa saat, Debbie langsung mengontak atasannya di kantor, dan atasannya langsung menghubungi kepolisian setempat. Ternyata setelah dilacak, itu adalah uang yang jatuh dari mobil transportasi uang pengisi ATM. Namun tak jelas bagaimana cerita uang itu bisa jatuh di jalanan.

Lalu, pernahkah Debbie terpikir untuk mengambilnya?

"Semua orang selalu menanyakan hal itu. Tapi jujur saja, itu tidak pernah terlintas di pikiran saya," ujar Debbie.

Mark Morant Kembalikan Uang US$ 640.000

Pada tahun 2001, ada kisah menginspirasi di sekitar Cleveland, Amerika Serikat. Seorang pria bernama Mark Morant (38), menemukan uang US$ 640 ribu atau sekitar Rp 6,08 miliar.

Pria yang bekerja sebagai petugas keamanan itu menemukan uang di sekitar perumahan Cleveland, tempatnya bekerja. Ada tumpukan uang yang terbungkus plastik dan jatuh dari mobil pengangkut uang.

Dia mengambilnya, lalu mengembalikan seluruh uang itu dua hari kemudian. Morant sempat berpikir untuk menyimpan uang tersebut, namun dia akhirnya sadar itu bukan tindakan yang tepat.

Joi Lyn Mengembalikan Uang US$ 20 ribu

Joi Lyn Honer sedang menggunakan mesin ATM di New Jersey, Amerika Serikat, beberapa bulan lalu. Namun tak disangka, di sebelah mesin itu teronggok uang US$ 20 ribu atau sekitar Rp 190 juta. Dia menemukan uang itu tepat pada hari buruh.

Tanpa pikir panjang, Honer mengembalikan uang itu ke kepolisian. Perusahaan penyalur uang itu pun memberikannya penghargaan

"Saya bersyukur," ujar Lyn kepada The Press. "Saya tidak memikirkan hadiahnya, tapi saya pikir memiliki US$ 500 yang tak saya miliki tiga hari lalu, itu cukup membantu saya," sambungnya tanpa penyesalan.

2 Tukang Sampah Kembalikan US$ 5.100

Todd Little dan Edwin Workman sehari-hari bekerja sebagai pemungut sampah. Saat bertugas pada malam tahun baru 2004 lalu di North Carolina, mereka menemukan sebuah amplop di kantong baju yang sudah dibuang. Amplop itu rupanya berisi uang US$ 5.100 atau sekitar Rp 48.450.000.

Keduanya langsung kembali ke rumah tempat mereka menemukan amplop itu. Namun tak ada siapa pun di dalam. Baru pada malam harinya, mereka kembali ke rumah itu dan mengembalikan uangnya.

"Tak ada pertanyaan di benak kami sewaktu menemukan uang itu, kami tahu dari mana asalnya dan kami sangat ingin mengembalikannya," kata Workman.

Pria Jepang Kembalikan US$ 10 Ribu

Desertnews
Katsumasa Hibino, pria asal Nagoya Jepang baru saja pindah ke rumah barunya. Namun tak disangka, di rumah itu masih tersimpan uang US$ 10 ribu atau sekitar Rp 95 juta di ventilasi atap.

Dia menemukan itu saat mencari jalur listrik untuk tv kabel. Lalu ada sebuah kotak kecil yang disimpan di atap. Kotak itu lalu dibuka dan walah, ada uang tersebut.

Katsumasa langsung menelepon polisi karena dia merasa uang itu bukan miliknya. "Rumah memang milik saya, tapi uang itu bukan," ujarnya.

Jerry Mika Berani Kembalikan Cek US$ 2 Juta

Jerry Mika
Jerry Mika adalah sosok orang jujur yang paling sering dibahas di Amerika Serikat. Betapa tidak, dia berani mengembalikan cek sebesar US$ 2 juta atau sekitar Rp 19 miliar!

Cerita ini bermula saat Mika sedang menunggu pengembalian uang sebesar US$ 15 dari Departemen Perdagangan Utah. Ketika cek itu datang, dia heran karena bobotnya lebih berat dari yang dia perkirakan.

Ternyata, cek itu senilai total US$ 2.245.342. Mika sempat berusaha mencairkan cek itu. Dia tergoda dengan jumlah uang itu dan apa yang bisa dilakukan dengannya.

"Saya terus berusaha untuk mencairkannya. Saya sempat berpikir apa saja hal yang bisa saya lakukan dengannya.. siapa yang tidak ingin?" ujarnya.

Namun akhirnya Mika melakukan tindakan yang benar. Dia menyerahkan semua uang itu untuk kebaikan. Uang diserahkan ke yayasan amal, yang bergerak untuk membantu masyarakat miskin di Nepal.

"Sudah jelas, kami memiliki warga yang jujur. Kami berharap bisa melakukan sesuatu yang lebih dari sekadar ucapan terima kasih," ujar Direktur Keuangan Departemen Perdagangan, Francine Giani.
Halaman 2 dari 7
(mad/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads