"Yang pertama, satu orang meninggal tanggal 16 Desember lalu. Total sepanjang tahun 2012 ini sudah 9 orang dan dengan sangat menyesal semuanya meninggal," kata Menkes Nafsiah Mboi.
Hal tersebut dia sampaikan sebelum lepas landas menuju Ternate di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Rabu (19/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia hanya menyerang itik, sehingga ini berbeda. Kalau H5N1 kita sudah kirim instruksi ke seluruh Indonesia supaya pertama meningkatkan kewasapadaan," imbaunya.
Tak hanya itu, seluruh petugas kesehatan juga diminta untuk siaga. Masyarakat diimbau tidak panik bila melihat unggas yang mati bersamaan.
"Jangan dipegang, terutama anak-anak dan orang tua itu menjauhi, sehingga menghindari infeksi," terangnya.
Menurut Nafsiah, penyebab kematian 9 orang sudah dievaluasi. Kondisi mereka terus memburuk karena mereka kerap berpindah dokter.
"Dan petugas kesehatan atau dokternya tidak diberitahu bahwa ternyata ada main dengan bangkai ayam. Nah yang terakhir ini, anak 4 tahun ternyata dia main-main dengan bangkai ayam," jelasnya.
Ke depan, Kemenkes akan kerjasama dengan Kementerian Pertanian untuk membasmi unggas yang terindikasi infeksi flu burung. Petugas juga terus dibekali pengetahuan soal virus mematikan ini.
"Memang kelihatan ada beberapa ekor unggas yang mati pada saat yang sama itu supaya betul dilaksanakan SOP yang sudah dilatihkan baik kepada petigas kesehatan maupun petugas pertanian," ungkapnya.
(mad/nrl)
