"Ya ngaklah, isi suratnya bagus-bagus saja itu. Nggak ada salahnya saya kira. Ketua umum diingatkan boleh dong," kata Luhut menegaskan surat tersebut tak bermaksud mendorong evaluasi pencapresan Ical.
Hal ini disampaikan Luhut usai diskusi yang digelar di Ballroom Hotel Le Meridien, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (19/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nggak perlu, kan sudah ada keputusan. Biarkan saja Pak Akbar bertemu sama Pak Ical dan dua-duanya harus pegang etikalah. Kalau dua-duanya pemimpin itu kan kalau ngomong ya ngomong berdua-duaan saja. Mereka sering bertemu kok, mestinya ini nggak ada masalah, tapi kan masalahnya ini digede-gedein," katanya.
Dia sendiri yakin pencapresan Ical tak akan mulus. "Menurut hasil survei terakhir itu Golkar di atas 20 persen ya bisa 22 atau lebih. Kalau Golkar di atas 22 persen itu Ical bisa maju sendiri. Nah sekarang tinggal Golkar yang mengelola ini semua," ujarnya optimis.
Menurut Wakil Ketua Umum Partai Golkar Fadel Muhammad, seperti diberitakan sebelumnya, Ical akan segera memimpin rapat DPP Golkar menyikapi surat Wantim ini. Fadel secara khusus berharap surat tersebut tak diarahkan untuk menjegal pencaresan Ical.
(van/mad)











































