The Carter Center Kritik Pelaksanaan Pilpres II
Rabu, 22 Sep 2004 22:12 WIB
Jakarta -
Meski pilpres putaran dua dinilai berjalan tertib, pemantau dari Amerika Serikat The Carter Center mengkritik pelaksanaan pesta demokrasi 20 September lalu. Pasalnya, masih banyak hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan pilpres yang belum jelas."Walaupun sangat positif kami tetap memiliki kritik-kritik yang kami maksudkan untuk membangun yang harus ditindaklanjuti sesegera mungkin."Demikian ungkap Douglas Peterson pimpinan delegasi The Carter Center dalam jumpa pers di Hotel Borobudur, Jl. Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (22/9/2004).Kritik tersebut, menurutnya, tidak akan berdampak serius. Ia mencontohkan, tidak adanya kejelasan kapan TPS harus di tutup. "Banyak pemilih yang kehilangan hak suara karena ketika tiba di TPS lebih dari pukul 11.30 tidak dapat mencoblos lagi.""Hal ini menciptakan kebingungan padahal sebenarnya syarat untuk menutup TPS lebih awal baru bisa dilakukan bila semua pemilih yang terdaftar telah mencoblos," ujar Peterson.Pihaknya menyarankan, KPU beserta jajarannya mencari waktu dan jam yang tepat dan menyosialisasikan dengan baik kapan TPS bisa ditutup. "Pelaksanaan 3 hari capres berkampanye kami menganggap terlalu terburu-buru dan tidak cukup bagi kandidat untuk memaparkan visi misi," kata Peterson.Meski demikian, The Carter Center menilai pelaksanaan pilpres memiliki respon yang positif. "Selamat kepada rakyat Indonesia yang telah melakukan pemilu yang aman, demokratis dan transparan mengingat Indonesia adalah negara yang besar dan multikompleks," tandasnya.
(ton/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































