"Dengan SMA 70, ya yang tawuran kemarin, kan diserahkan ke orang tua untuk dipindah ke sekolah lain. Nah, sudah saya katakan ke kepala dinas dan pihak sekolah untuk ujian tetap di SMA Negeri 70 karena sudah mepet waktunya," kata Jokowi di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (19/12/2012).
Jokowi menjelaskan tugas seorang guru tidak hanya mengajar namun juga membangun karakter anak didiknya. Sehingga hak para siswa untuk ikut ujian harus dilaksanakan terlebih dahulu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika ditanya terkait siswa yang telah menjadi tersangka dalam kasus tawuran. Jokowi menyerahkan kepada hukum sebagai bentuk pertanggungjawaban si anak.
"Soal penyelesaian masalah tawuran ya itu masuk wilayah hukum. Yang masuk wilayah hukum biarkan tetap masuk wilayah hukum, bukan urusan saya maupun sekolah. Tugas kita itu mengajar agar yang bandel tidak menjadi bandel," ujar Jokowi.
Seperti diketahu pada akhir September lalu berlangsung tawuran antara sejumlah pelajar SMA 70 melawan SMA 6. Aksi tawuran yang sudah berlangsung lama itu memakan satu korban jiwa.
(vid/lh)










































