Kelompok buruh yang mendesak UMP Rp 2,2 juta kembali berdemo di Medan, Rabu (19/12/2012). Massa yang berjumlah sekitar 1.000 orang berkonvoi di sejumlah ruas jalan dan memicu kemacetan parah.
Para pendemo ini berasal dari Pekerja Buruh Melawan (PBM), gabungan beberapa organisasi buruh dan serikat buruh dari Kabupaten Deli Serdang, Kota Binjai dan Medan. Mereka mulai berkumpul di Lapangan Merdeka, Jl. Balai Kota, lalu longmarch menuju Kantor Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Jl. Diponegoro, sekitar pukul 12.00 WIB.
Iring-iringan buruh yang mencapai ratusan meter, andil memicu kemacetan di sekitar ruas jalan yang mereka lewati. Mulai dari Jl. Ahmad Yani VII, Jl. Hindu, Jl. Perdana, Jl. Kejaksaan, kemudian kemudian melawan arah dengan berbelok ke Jl. Diponegoro hingga mencapai kantor gubernur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para buruh menegaskan tuntutan agar Upah Minimum Provinsi (UMP) 2013 ditetapkan Rp 2,2 juta. Mereka menolak UMP sebesar Rp 1.375.000 yang telah ditetapkan Plt Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho.
"Kami meminta UMP Rp 2,2, juta. Gatot harus segera melakukan revisi," teriak salah seorang orator.
Aksi buruh kelompok PBM hari ini merupakan tandingan terhadap aksi demo sehari sebelumnya, yakni kelompok buruh Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) yang pro UMP Rp 1.375.000. Dalam aksi kemarin massa bertemu dengan Walikota Rahudman Harahap yang menandatangani draft usulan Upah Minimum Kota (UMK) Medan sebesar Rp 1.650.000 untuk disampaikan kepada Plt Gubernur Sumut.
(rul/trw)











































