Butuh Pendeteksi Darah, PMI Minta Tambahan Dana ke Jokowi

Hari ke-64 Jokowi

Butuh Pendeteksi Darah, PMI Minta Tambahan Dana ke Jokowi

Prins David Saut - detikNews
Rabu, 19 Des 2012 12:27 WIB
Butuh Pendeteksi Darah, PMI Minta Tambahan Dana ke Jokowi
Jakarta - Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta membutuhkan lebih banyak peralatan deteksi untuk darah terkontaminasi AIDS dan virus lain yang berbahaya. Untuk keperluan pengadaannya, mereka mengajukan permohonan tambahan dana kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.

Demikian disampaikan Jokowi tentang salah satu agenda pembicaraannya dengan jajaran PMI DKI Jakarta. Pertemuan berlangsung di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (19/12/2012).

"Soal penambahan anggaran, jalan keluar penyediaan. Juga bicara soal sulitnya deteksi darah dari masuknya virus, seperti virus AIDS. Jadi PMI minta agar diberikan tambahan anggaran untuk membeli alat dan reagent," ungkap Jokowi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya PMI DKI Jakarta meminta penambahan anggaran sebesar Rp 40 miliar. Dua kali lipat dari anggaran yang direncanakan pada tahun 2013 yang sebesar Rp 20 miliar, sehingga totalnya mencapai Rp 60 miliar.

"Itu masih kita dalami, apakah memang benar-benar butuh ditambah?" sambung Jokowi yang mengenakan seragam dinas pemerintah provinsi warna cokelat.

Sebelum bertemu dengan PMI DKI Jakarta, Jokowi menerima kedatangan Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Budi Karya di kantornya. Jokowi membocorkan pertemuan tersebut membahas pelaksanaan perayaan tahun baru di Taman Impian Jaya Ancol.

"Soal pertemuan dengan Ancol tadi soal tahun baru di Ancol. Ya tahun baru kayak biasanya di Ancol, katanya bakal ada kembang api," ujar Jokowi singkat.

(vid/lh)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini