"Pak Prabowo secara elektabilitas memang masih sangat kuat. Namun beliau punya masalah karena elektabilitas Partai Gerindra belum menunjukkan peningkatan. Tantangan terbesarnya adalah syarat pencapresan yang cukup berat, dan bayang-bayang masa lalunya, meskipun secara logistik saya yakin sangat kuat," kata pengamat politik sekaligus Dirut Lembaga Survei Indo Barometer, M Qodari, kepada detikcom, Rabu (19/12/2012).
Sementara Wiranto lebih banyak faktor penghambat. Elektabilitas Wiranto dipandang tak sebesar ambisinya untuk terus mencari tiket ke Pilpres 2014.
"Untuk Pak Wiranto ada 3 halangan. Yang pertama elektabilitasnya tidak cukup baik, kemudian Partai Hanura tidak cukup kuat seperti Gerindra, dan untuk masalah logistik ini saya kira sudah habis di tahun 2004 lalu," kata Qodari.
Wiranto dan Prabowo memang mengungkapkan optimisme mereka maju ke Pilpres 2014. Prabowo yang unggul di sejumlah survei semakin yakin akan memenangkan Pilpres 2014.
"Saya optimis bahwa saya bisa mendapat kepercayaan rakyat. Saya merasa rakyat sekarang mendukung saya," kata Prabowo di Hotel Four Seasons, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa (18/12) kemarin.
Sementara Wiranto juga tak mau ketinggalan. Wiranto yang selama ini bungkam soal Pilpres mulai berani mengungkapkan ambisinya.
"Kita serahkan kepada rakyat. Tapi yang pasti sekarang popularitas saya cukup dikenal, tidak pernah berhenti di aktivitas politik. Soal popularitas tidak keluar dari 5 besar dari berbagai survei," kata Wiranto, usai menyampaikan pidato pada acara Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) ICMI di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.
(van/nrl)











































