Camat Padang Tualang Yafizham Parinduri menyebutkan, api itu padam dengan sendirinya sekitar pukul 07.00 WIB. Kemungkinan besar karena gas dan minyak dari sumur itu sudah habis terbakar.
"Jadi padam dengan sendirinya, tanpa ada upaya pemadaman sama sekali," kata Yafizham Parinduri kepada wartawan malam tadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pembuatan tanggul itu juga selesai dilakukan dengan alat berat, sekitar jam empat sore. Jadi kini situasinya sudah lebih menenangkan," Yafizham.
Selama api menyala di sumur minyak itu dalam lima hari terakhir, kata dia, warga menjadi gelisah. Khawatir api merembet kemana-mana. Upaya pemadaman sempat sulit dilakukan karena akses ke lokasi yang tidak bisa dilalui mobil pemadam kebakaran, namun ternyata api itu padam sendiri akhirnya.
Sumur minyak ilegal itu berada di tengah perkebunan sawit di Dusun Proyek, Desa Buluh Telang, Kecamatan Padang Tualang. Sumur itu terbakar sejak Jumat (14/12/2012) pagi setelah minyak menyembur tiba-tiba dan menyambar api rokok seorang penambang minyak liar. Akibatnya tujuh orang terbakar dan terpaksa dirawat di rumah sakit.
Ada lebih dari 3.000 sumur minyak kecil-kecil yang tersebar di Padang Tualang dan sekitarnya, dan selama ini dikelola secara ilegal oleh warga. Rembesan minyak gampang muncul di sana, mulai dari halaman rumah hingga kebun. Minyak mentah yang berhasil dikumpulkan, kemudian dijual kepada penampung.
(/ahy)











































