Fahmi Cs Minta Sultan Fasilitasi Pertemuan dengan Akbar
Rabu, 22 Sep 2004 20:38 WIB
Yogyakarta - Fahmi Idris meminta Sultan Hamengkubuwono X membantu menyelesaikan konflik yang terjadi antara dirinya dengan Akbar Tandjung. Fahmi meminta agar Sultan menjembatani pertemuan antara dirinya dengan Akbar Tandjung.Hal itu diungkapkan Fahmi kepada wartawan usai bertemu dengan Sultan di kediamannya di Kraton Kilen Yogyakarta, Rabu (22/9/2004) pukul 18.00 WIB.Fahmi menolak anggapan, bila kunjungan ini dikatakan sebagai upaya untuk mencari perlindungan dan simpati dari orang lain. "Kami berkunjung kepada Sultan hari ini, sebagai kunjungan kepada saudara saja," kata Fahmi.Fahmi mengaku kunjungannya ke Yogyakarta, karena dia menilai Sultan mempunyai pikiran-pikiran yang bijak mengenai Partai Golkar. "Saudara kami ini, (Sultan) punya tingkat kebijakan yang mumpuni. Kebetulan pikiran yang disampaikan Sultan sama dengan pikiran Fadel Muhammad dan Japsalosa, yakni bagaimana menyelesaikan masalah yang berkembang di lingkungan kami secara baik," ungkapnya.Atas dasar pemikiran itu lah, kata Fahmi, dirinya mendukung dengan baik maksud Sultan, Japsalosa maupun Fadel untuk menjembatani masalah perbedaan yang terjadi sekarang. "Kita ingin Partai Golkar dapat berkembang dan tumbuh menjadi partai yang maju, modern dan bermanfaat pada rakyat," ujarnya.Ditanya apakah kedatangannya untuk meminta Sultan menjadi ketua DPP Partai Golkar? Fahmi membantahnya. "Tidak. Itu salah. Kami kemari hanya untuk bertemu dengan saudara sendiri. Dan kami sendiri juga kaget ketika mendengar apa yang diungkapkan Sultan itu sama dengan pikiran-pikiran kami," katanya.Sultan, kata Fahmi, sudah menghubungi Akbar untuk diatur sebuah pertemuan antara dirinya, Akbar dengan Sultan. "Ini hanya bertemu dengan saudara yang kebetulan punya kebijakan yang mumpuni untuk menyelesaikan masalah," kata Fahmi. Fahmi juga menegaskan, dalam pembicaraannya dengan Sultan dibicarakan soal permintaan agar Akbar Tandjung mundur dari ketua umum Partai Golkar. "Kami tidak bicara soal itu dan Sultan tidak punya kepentingan untuk itu," tegasnya.
(mar/)











































