Pantauan detikcom, Selasa (18/12/2012), JPO yang juga akan menjadi Halte Busway itu berada di Jalan Raya Pluit Selatan, Pluit, Jakarta Utara. JPO itu pada salah satu bagian jalan keluarnya, seperti bersusun bila dilihat dari seberang kantor Honda Pluit hingga menutup separuh ketinggian gedung.
Nama kantor sekaligus merek 'Honda' berwarna merah yang menempel di gedung kantor sekaligus showroom mobil masih terlihat bila dilihat dari seberang. Namun nama gedung yang dipajang di pagar luar gedung jadi tidak terlihat. Sedangkan di sisi lain dari JPO itu, masih berupa tanah yang sedang dibangun.
JPO sekaligus halte busway itu sudah rampung sekitar 95 persen. Ada atap dan pelat besi yang belum terpasang sehingga JPO itu belum berfungsi.
Menurut seorang driver di showroom Honda, JPO itu sudah dibangun sejak tahun 2011 lalu. "Sudah lama, sudah tahun lalu kayanya," jelasnya.
Dia juga mengatakan banyak konsumen dan klien yang sering nyasar bila bertandang ke Honda Pluit, yang bersebelahan dengan RS Pluit itu.
"Banyak yang biasa ke sini kebablasan," katanya.
Sebelumnya diberitakan Wagub DKI Ahok marah ketika menerima pengaduan dari Honda Plaza Pluit terkait posisi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang berada di depan gedung mereka. Solusi yang ditawarkan Ahok disebut kurang nasionalis oleh 4 orang perwakilan Honda tersebut.
Tiga orang dari Honda Plaza Pluit bersama kuasa hukum mereka menemui Ahok pada pukul 19.45 WIB. Mereka meminta JPO itu digeser dari depan gedung Honda Plaza Pluit. Alasannya karena JPO itu menghalangi gedung mereka.
Ahok kemudian memberikan solusi win-win. JPO tak digeser namun Honda bisa memasang papan reklame di sepanjang JPO tersebut.
Pihak Honda Pluit menolak solusi yang ditawarkan Ahok itu. Honda menilai papan reklame yang akan dipasang di JPO dikhawatirkan akan membuat warga menilai Pemprov DKI kurang nasionalis, mengingat Honda bukan merek asal Indonesia. Hal ini pun menyulut murka Ahok.
"Kalau mau dipindahkan, kemarin sudah dijawab resmi kok, nggak usah nasionalis-nasionalis gitu. Jangan jualan Honda, jualan Esemka saja! Jangan bilang nasionalisme-nasionalisme, sampai orang tahu itu Honda, Bapak juga buka pameran Honda, saya tawarkan kok ditolak?" kata Ahok yang tampak marah di kantornya Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (17/12/2012).
(nwk/nrl)











































