Dia hanya menjalankan pengamanan di lapangan.
"Itu tidak benar. Saya turun untuk membantu mensupport pengamanan karena ada anggota (GRIB -underbow Partai Gerindra) yang berjumlah ratusan ikut demo di situ," ujar Hercules, di Kantor DPP GRIB, Jalan Kemanggisan, Jakarta Barat, Selasa (18/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena itu pada awal mereka menutup tol saya langsung usir mereka agar tidak ganggu. Namun sehabis ibadah Jumatan saya lihat kondisi tidak kondusif, saya tarik semua satgas yang di sana untuk kembali ke DPP," terang Hercules.
Hercules menambahkan, secara umum dia mendukung apa yang dilakukan oleh para perangkat desa itu. Menurutnya, perangkat desa memang harus diperhatikan oleh pemerintah.
"Selain itu 2.500 kepala desa aktif juga menjadi anggota GRIB," imbuhnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, pada Jumat (14/12) lalu ribuan perangkat desa melakukan aksi di depan Gedung DPR. Demonstran juga mulai memasuki tol dalam kota dan menganggu arus lalu lintas.
Massa menutup dua ruas jalan tol dari Slipi ke Senayan dan arah sebaliknya. Massa juga merusak sekitar 20 meter pagar besi yang memisahkan jalan tol dan jalan arteri. Massa lantas berpindah ke jalan arteri di depan gedung BPK dan membakar ranting-ranting dan tumbuhan yang didapat dari mencabuti tumbuhan yang tumbuh sebagai pembatas jalan tol dan jalan arteri.
Para pendemo membentangkan spanduk di tengah jalan tol yang berisi tuntutan mereka agar DPR segera mengesahkan RUU Desa. Jalan tol macet belasan kilometer. Sementara, truk-truk polisi telah berjajar di tengah jalan untuk mengusir pendemo dari jalan tol.
(riz/lh)











































