Gaji, Camry dan Jahit Baju Anas Diungkit dalam Sidang Istri Nazar

Gaji, Camry dan Jahit Baju Anas Diungkit dalam Sidang Istri Nazar

Ferdinan - detikNews
Selasa, 18 Des 2012 15:40 WIB
Gaji, Camry dan Jahit Baju Anas Diungkit dalam Sidang Istri Nazar
Jakarta - Anas Urbaningrum lagi-lagi disebut dalam persidangan korupsi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan terdakwa Neneng Sri Wahyuni. Di persidangan hari ini, bukan cuma gaji yang disinggung tapi juga biaya perbaikan mobil Camry dan baju yang Anas jahitkan.

Ini mulanya ditanyakan hakim anggota Pangeran Napitupulu kepada saksi Eva Rahadiani, kasir PT Anugrah Nusantara. Sidang berlangsung di pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa (18/12/2012).

"Anda selaku kasir pernah keluarkan duit untuk Anas? untuk jahit baju di Plaza Indonesia, mobil Camry dan gaji? Anas terima gaji sebagai apa?" tanya Pangeran dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (18/12/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya nggak tahu jabatannya," jawab Eva.

Sementara itu hakim anggota I Made Hendra merinci gaji yang diterima Anas dengan membaca berita acara pemeriksaan Eva nomor 35. "Neneng terima gaji Rp 15-25 juta per bulan, Nazaruddin dan Anas juga menerima gaji Rp 35-50 juta per bulan," kata Made.

Eva mengiyakan keterangannya dalam BAP saat diperiksa penyidik KPK tersebut. "(Pembayaran) gaji untuk para bos dilakukan bu Neneng," jelas dia.

Penasihat hukum Neneng, Elza Syarief mencecar Eva terkait keterangannya mengenai Anas.

"Pernah transfer atau catat ke Anas?" tanya Elza.

"Saya nggak inget," jawab Eva. "Kalau memberikan gaji saya inget pernah mencatat," sambungnya.

Soal menjahitkan baju, Eva menyebut biaya itu dikeluarkan hanya untuk Anas. "Jadi kalau untuk direktur ada jatah seragam," katanya.
"Ada nggak baju yang seperti Anas?" timpal Elza.

"Nggak ada," sebut Eva.

'Keistimewaan' bagi Anas ini juga termasuk untuk pengeluaran perbaikan mobil Camry. Kebanyakan direktur di PT Anugrah sebut Eva menggunakan mobil operasional kantor.

"Kalau (mobil) secara pribadi selain Anas?" tanya Elza.

"Ada tapi nggak inget persisnya," jawab Eva.

Eva mengatakan, Anas beberapa kali datang ke kantor PT Anugrah. "Kalau datang ke kantor beberapa kali," sebutnya. Namun dia tidak mengetahui apakah Anas ikut terlibat dalam pengurusan proyek PLTS di kantornya

(fdn/lh)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini