Solusi PT KAI Cegah Aksi Pencabulan: Hapus KRL Ekonomi!

Solusi PT KAI Cegah Aksi Pencabulan: Hapus KRL Ekonomi!

Rachmadin Ismail - detikNews
Selasa, 18 Des 2012 15:15 WIB
Solusi PT KAI Cegah Aksi Pencabulan: Hapus KRL Ekonomi!
Jakarta - PT KAI tak akan membuat gerbong khusus wanita di KRL Ekonomi untuk mencegah aksi pencabulan. Solusi yang sudah ditetapkan adalah menghapus secara permanen KRL ekonomi dari jalur commuter line.

"Kereta ekonomi sudah sangat memprihatinkan. Tidak akan terlalu lama lagi, akan ditarik. Semua nanti pakai CL (commuter line)," kata Kahumas Daops I PT KAI, Mateta Rizalulhaq, saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (18/12/2012). Mateta menanggapi aksi pencabulan yang terjadi di KRL ekonomi Serpong-Tanah Abang pagi tadi, yang menimpa seorang perempuan muda.

Menurut Mateta, pihaknya sudah peduli dengan keselamatan para penumpang wanita. Terbukti dengan dibuatnya gerbong khusus wanita di bagian depan dan belakang commuter line serta rangkaian kereta khusus wanita.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, untuk kereta ekonomi, dia tak mempunyai program lain selain mengapusnya. Semua kereta ekonomi dinilai tidak layak jalan dari segi keamanan maupun kenyamanan.

"Kereta ekonomi safety-nya memprihatinkan, risiko tinggi, dan terjadi hal-hal seperti ini (pencabulan)," imbuhnya.

Saat ini, PT KAI sedang mendatangkan ratusan KRL bekas dari Jepang untuk mengganti KRL ekonomi. Dia berharap, pada tahun 2013 semua KRL ekonomi sudah bisa ditarik.

"Saya yakin masyarakat mampu (bayar tiket). Kalau KRL ekonomi kondisinya seperti itu, suku cadang juga nggak ada," terangnya.

Bagaimana dengan tarifnya? Menurut Mateta, akan ada pengaturan khusus soal itu kelak. "Konsep jauh dekat diatur nanti, mudah-mudahan bulan Maret nanti sudah bisa kita operasikan," jawabnya.

Seorang wanita berusia 27 tahun pengguna KRL ekonomi jurusan Serpong-Tanah Abang pagi tadi mengalami pelecehan seksual. Dia menjadi korban masturbasi seorang pria saat kondisi kereta sedang penuh.

Kejadian berlangsung sekitar pukul 08.20 WIB. Saat itu, dia naik dari Stasiun Pondok Ranji menuju Kebayoran Lama. Jarak tujuan yang hanya berselang satu stasiun membuatnya memilih KRL ekonomi sebagai angkutan sehari-hari. Dia cukup merogoh Rp 2.000. Bandingkan bila naik kereta commuter line yang ber-AC, dia harus membayar tiket Rp 8.000.

(mad/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads