Kejadian berlangsung sekitar pukul 08.20 WIB. Saat itu, dia naik dari Stasiun Pondok Ranji menuju Kebayoran Lama. Jarak tujuan yang hanya berselang satu stasiun membuatnya memilih KRL ekonomi sebagai angkutan sehari-hari. Dia cukup merogoh Rp 2.000. Bandingkan bila naik kereta commuter line yang ber-AC, dia harus membayar tiket Rp 8.000.
Namun, pagi tadi, perjalanannya menjadi terganggu karena ulah seorang penumpang yang tak bertanggung jawab. Saat hendak turun dari kereta di Kebayoran Lama, dia mendapati pakaiannya berlumuran sperma.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena sudah tiba di lokasi tujuan dan sedikit panik, dia tak sempat melihat pelaku. Dia hanya fokus untuk membersihkan cairan tersebut dari pakaiannya.
"Saya bingung mau ngapain, saya nggak lihat pelakunya, tapi di belakang saya memang banyak cowok," imbuhnya.
Dia tak sempat melaporkan insiden ini ke petugas PT KAI atau polisi. Dia langsung menuju kantor untuk membersihkan diri. "Udah keburu jijik soalnya," imbuhnya.
Dengan kejadian ini, dia berharap ada gerbong khusus wanita di KRL ekonomi. Dia meminta keselamatan para wanita pengguna KRL ekonomi juga diperhatikan.
Meski begitu, dia tak akan kapok naik KRL ekonomi. Dia mengaku akan lebih berhati-hati pada kesempatan berikutnya.
"Kalau saya naik CL (commuter line), mikirnya harganya Rp 8.000, padahal cuma satu stasiun. Paling nanti saya akan berdiri di dekat-dekat wanita saja," ceritanya.
(mad/nrl)











































