Dubes Rusia untuk Indonesia Mikhail Galuzin menilai proses investigasi kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 ini dilakukan dengan suasana saling mendukung antara RI-Rusia. Untuk itu, Ivanov berharap agar suasana kerjasama bilateral kedua negara tetap terjaga. Misalnya pengadaan pesawat Rusia di Indonesia.
"Diharapkan dengan kerjasama pihak Rusia dan Indonesia ini akan membantu meningkatkan suasana kerjasama bilateral, seperti pengadaan pesawat-pesawat Rusia," ujar Galuzin dalam bahasa Rusia yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.
Hal ini disampaikan Galuzin dalam jumpa pers hasil investigasi kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 di Kantor KNKT, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Selasa (18/12/2012)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seperti perbaikan sistem, perbaikan otorita serta badan yang bersangkutan, dan juga keselamatan penerbangan," katanya.
Dia pun yakin hasil investigasi ini obyektif, meskipun investigasi ini dilakukan selama 7 bulan, lebih cepat dari target 12 bulan. "Saya berkeyakinan bahwa investigasi yang hasilnya telah tercatat merupakan investigasi yang obyektif dan seimbang. Sesuai dengan standar-standar internasional. Hasilnya telah diterima semua pihak yang terlibat, Indonesia, Rusia, Amerika dan Prancis," ujar Galuzin, merujuk pada negara asal korban jiwa.
Pada 9 Mei 2012, sebuah pesawat Sukhoi Superjet 100 terjatuh di kawasan Gunung Salak, Bogor, saat melakukan terbang gembira. Sebanyak 45 orang yang ada di dalam pesawat ini tewas. Termasuk di antaranya, 8 warga Rusia yang merupakan awak pesawat dan pegawai Sukhoi.
Maskapai Indonesia, Sky Aviation, telah memesan 12 buah pesawat Sukhoi jenis SSJ-100. Pesawat ini juga telah mengantongi sertifikasi dari Eropa dan Indonesia. Pesawat Sukhoi pertama akan dikirimkan ke Indonesia dalam waktu dekat.
(/nrl)










































