Berikut momen saat SBY menangis seperti dirangkum detikcom, Selasa (18/12/2012):
1. Nonton 'Habibie & Ainun'
|
|
Suasana haru ini terlihat usai pemutaran perdana film 'Habibie & Ainun' di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Senin (17/12/2012).
SBY juga mengajak hadirin di acara itu untuk mengheningkan cipta untuk Ibu Ainun Habibie yang sudah berpulang.
"Sebelum saya menyampaikan satu dua patah kata, pada kesempatan baik penuh rasa haru ini, saya ajak Saudara mengheningkan cipta dan berdoa pada Ibu Ainun, semoga hidup tenang di sisi Allah, mari kita berdoa dengan khusyu," ajak SBY.
SBY terlihat mengelap wajahnya dengan sapu tangan. Setelah itu, suami Ani Yudhoyono itu berpidato. Suaranya terdengar lirih.
2. Saksikan Video Perjalanan Hidup Chairul Tanjung
|
|
"Saya pun ikut meneteskan air mata melihat panjangnya perjuangan Bung Chairul. Ini membenarkan tesis bahwa tidak ada jalan pintas untuk mendapatkan kesuksesan," ujar SBY dengan mata berkaca-kaca dalam peluncuran buku Chairul Tanjung di Trans Convention Center, Bandung, Sabtu (30/6/2012).
Ketika naik ke panggung, tampak mata sang kepala negara memang sempat berkaca-kaca.
Di mata SBY, Chairul memang sosok pekerja keras. Keduanya pertama kali saling mengenal pada tahun 2002 di PBSI.
Chairul kala itu menjabat sebagai ketua dan SBY berposisi sebagai dewan pembina.
SBY menyebut kisah hidup Chairul yang terjal tak beda jauh dengan perjalanan hidupnya dari keluarga sederhana di Pacitan Jawa Timur. Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu mengingatkan Chairul agar jangan melupakan masyarakat kelas bawah, di tengah kesuksesannya saat ini.
"Melihat kisah tadi, saya juga sama, saya berasal dari Pacitan. Ketika Allah sudah memberikan banyak hal, maka jangan lupa untuk membantu masyarakat yang membutuhkan," ujar SBY.
Dalam tayangan audio visual berdurasi sekitar 15 menit itu, diceritakan secara ringkas mengenai bagaimana kerasnya kehidupan Chairul kecil, prestasinya di sekolah, sampai akhirnya berhasil masuk di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. Di tahap itu, sang ibunda Halimah harus rela menggadaikan kain kesayangannya untuk menambah uang biaya masuk ke 'Kampus Kuning'. Chairul juga harus bekerja serabutan untuk membayar biaya kuliah.
3. Melayat Ali Alatas
|
|
Karena sedang menangis, sebelum jumpa pers untuk mengucapkan rasa bela sungkawa atas wafatnya Ali Alatas, SBY sempat memalingkan mukanya dari pers, dan meminta sapu tangan kepada sang istri untuk menyeka hidungnya yang sembab.
Lantas, SBY pun dengan suara datar menceritakan jasa-jasa Ali Alatas semasa hidup. Bagi SBY, Ali alatas adalah sosok ing ngarso sung tulodho, alias orang yang selalu memberi contoh yang baik saat menjadi pemimpin.
4. Hari Ultah Polri
|
|
Di tayangan layar monitor, terlihat mata SBY yang menyeka air matanya. Terlihat juga mata Kapolri BHD yang berkaca-kaca.
Adapun tujuh orang anggota Polri itu adalah;
1. Bripka Eko Hari Cahyana, anggota Brimob Mabes Polri. Dia mengalami cacat di bagian wajah akibat tertembus peluru ketika melakukan penyergapan panglima GAM di pedalaman NAD.
2. Briptu Tholib, anggota Brimob Mabes Polri. Lengan kirinya putus ketika menjinakkan bom high explosive di
Aceh Barat. Terguncang mendengar kabar tersebut, istrinya yang sedang hamil 5 bulan pun mengalami keguguran.
3. Bripka Doni Tobing, anggota Polda Papua. Tangan kanannya terpaksa diamputasi akibat kecelakaan dalam tugas mendamaikan perang suku di pedalaman Papua.
4. Briptu Musrifan, anggota Polres Mamasa, Sulsel. Sekujur tubuhnya mengalami luka bakar akibat tersengat listrik dan tertimpa reruntuhan bangunan saat menyelamatkan seorang anak (7) dan kakek (60) dari rumah yang terbakar. Akibat luka parah yang dialaminya, Musrifan mengalami koma selama 1 bulan di ICU.
5. Bripka Teguh Wira Kusuma, anggota Satlantas Polres
Bandung. Dia tertabrak mobil saat menghentikan pelanggar lalu lintas. Akibat kecelakaan itu kakinya harus diamputasi.
6. Bripka Zakaria, anggota reskrim Polda Metro Jaya. Dia tertembak 11 peluru saat menyergap komplotan perampok ATM di Bandung.
7. Aiptu Suratijo, anggota reserse Polwil Yogyakarta. Dia mengalami cacat hingga harus beraktivitas di atas kursi roda akibat tulang belakang dan paru-parunya tertembus peluru saat baku tembak dengan kelompok pelaku kejahatan.
5. Hari Agraria
|
|
Bahkan ketika menyampaikan pidato sambutannya, SBY masih terharu. Di bagian awal sambutan, suaranya tersendat dan kedua matanya terlihat memerah.
"Rakyat harus menjadi tuan tanah yang memiliki tanah dan air yang terkandung di dalamnya. Kalau tanah kitaΒ distribusikan dan gunakan secara tepat, maka keadilan niscaya rakyat rasakan," kata SBY dalam puncak peringatan 50 Tahun Agraria Nasional di Istana Bogor, pada 21 Oktober 2010. SBY bahkan meminta maaf karena suaranya tersendat akibat rasa haru.
Halaman 2 dari 6











































