Target Suara 15 Persen, Cara SBY Injeksi Semangat Kader PD

Target Suara 15 Persen, Cara SBY Injeksi Semangat Kader PD

- detikNews
Selasa, 18 Des 2012 08:37 WIB
Target Suara 15 Persen, Cara SBY Injeksi Semangat Kader PD
Jakarta - Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhyono menetapkan target perolehan suara minimal 15 persen untuk Pemilu 2014, lebih rendah daripada perolehan 2009. Target itu dinilai sebagai cara SBY untuk menginjeksi semangat kader Demokrat mempertahankan eksistensi partai.

"Pernyataan SBY menetapkan target 15 persen itu bagi orang awam memang realistis. Tapi saya lihat ini angka untuk praconditioning untuk Partai Demokrat terutama untuk menginjeksi semangat dan harapan kader. Kenapa, karena kalau lihat indikator 2009 yang meraih 20,8 persen dan tren survei-survei terkini, maka angka moderat memang di 15 persen. Moderat untuk mereka membangun optimisme di tubuh Demokrat, bukan di masyarakat," ujar pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Gun Gun Heryanto saat berbincang dengan detikcom, Selasa (18/12/2012).

Menurut Gun Gun, sejumlah lembaga survei saat ini memang mensurvei perolehan suara Demokrat cenderung turun bahkan angkanya di bawah 15 persen. Jika SBY menargetkan perolehan suara sesuai survei, maka hal itu menurutnya malah dapat membuat mental kader Demokrat menjadi down. Karena itu angka 15 persen adalah angka moderat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gun Gun juga mengatakan konflik yang melanda internal Partai Demokrat saat ini dapat berdampak tidak saja pada perolehan suara, tapi juga dapat mendepak partai berlambang bintang mercy ini dari 'the big three' (tiga besar pemenang pemilu).

"Jadi itu hanya praconditioning. Bahkan realisasinya bisa lebih rendah dari itu. Tergantung bagaimana situasi di tahun 2013," ujar Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute ini.

Karena itu, untuk benar-banar mewujudkan target tersebut, Gun Gun mengatakan Partai Demokrat harus melakukan pembenahan dan langkah strategis manajemen konflik internal. Kubu Cikeas dan Anas yang dipersepsikan publik selama ini sebagai dua faksi yang berkonflik harus mampu berdialog dan mengelola konflik agar tidak berpengaruh signifikan terhadap perolehan suara Demokrat di tahun 2014.

"Ruang-ruang yang terbaca oleh media (konflik SBY-Anas) itu tidak salah. Hanya karena dua orang ini punya gaya politik yang sama, melakukan politik harmoni di depan publik, untuk tidak menunjukkan sedang frontal. Kunci pengelolaan konflik di internal Demokrat ada di keduanya," pungkas Gun Gun.

(rmd/vid)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads