Pemecatan Ruhut Sitompul dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Demokrat (PD) menandakan pengaruh Anas Urbaningrum sebagai ketua umum partai masih kuat. Hal ini diperkuat dengan semakin vokalnya Ruhut meminta Anas mundur dari posisi ketua umum Partai Demokrat.
"Perkembangan sekarang ini menunjukkan Anas masih kuat. Berhentinya Ruhut tidak terlepas dari konsolidasi politik dari kubu Anas," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, pada detikcom, Selasa (18/12/2012).
Qodari melihat hal ini masih memiliki keterkaitan dengan status Andi Mallarangeng dalam kasus dugaan korupsi Hambalang. Qodari meyakini pesaing terkuat Anas adalah Andi Mallarangeng sehingga muncul momentum untuk kubu Anas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Qodari juga mempertimbangkan para politikus yang terjerat kasus korupsi di KPK tidak ada yang lolos. Sehingga karir politik Andi Malarangeng yang terhenti saat ini menjadi momentum Anas untuk hal-hal yang hanya diketahui internal partai berlambang Mercy tersebut.
"Secara politik, Andi terhambat karir politiknya di Partai Demokrat. Sampai saat ini, tidak ada yang lolos di KPK, begitu jadi tersangka yang pasti divonis bersalah. Jadi saya kira ini menjadi kesempatan Anas melakukan konsolidasi, sebetulnya Anas mengambil momentum," ujar Qodari.
(vid/rmd)











































