Ruhut: Saya Tak akan Balik ke Golkar

Ruhut: Saya Tak akan Balik ke Golkar

Ramdhan Muhaimin - detikNews
Selasa, 18 Des 2012 06:11 WIB
Ruhut: Saya Tak akan Balik ke Golkar
Jakarta - Partai Golkar menyatakan bersedia menerima kembali seandainya Ruhut Sitompul berkeinginan 'pulang' setelah didepak dari Partai Demokrat. Namun politisi yang dikenal vokal ini memilih bertahan di Partai Demokrat. Bagi Ruhut, Partai Demokrat adalah yang terakhir.

"Semua (partai) sudah melamar, tapi aku tetap di Demokrat yang aku cintai ini. Aku tak akan ke partai mana pun. Demokrat yang terakhir. Aku ke Demokrat karena SBY," ujar Ruhut saat dihubungi, Senin (17/12/2012) malam.

Ruhut menegaskan dirinya memilih tetap bertahan dan 'melawan' upaya pendepakan yang dilakukan pengurus DPP Partai Demokrat. Menurutnya, pemecatan yang dilakukan terhadap dirinya lantaran ketakutan sejumlah elit Partai Demokrat yang terjerat kasus korupsi.

"Karena mereka takut diborgol. Mereka memecat aku karena mau menunjukkan kekuatan. Aku hanya ingin tegaskan kalau negara kita ini berdasarkan hukum, bukan kekuasaan. Anas takut ditangkap, begitu juga antek-anteknya," cetus mantan Ketua DPP bidang Komunikasi dan Informasi Partai Demokrat ini.

Ruhut meyakini posisinya cukup kuat karena mendapat 'pembelaan' dari struktur elit Partai Demokrat lainnya, seperti Dewan Pembina, Dewan Pengawas, dan Majelis Tinggi.

"Jadi nggak bisa hanya karena koruptor aku dipecat. Mereka hanya secuil, sementara ada pengawas, dewan pembina, dan Majelis Tinggi," ucapnya.

Sebelumnya Partai Golkar melalui Ketua DPP Hadjriyanto Y Thohari mengatakan Partai Golkar terbuka kemungkinan untuk menerima kembali Ruhut Sitompul. Sebelum menjadi pengurus DPP Partai Demokrat, Ruhut memang anggota Partai Golkar.

"Kembali menjadi anggota Golkar boleh. Tetapi untuk menjadi caleg ada kriterianya," kata Ketua DPP Golkar, Hadjriyanto Y Thohari, Senin (17/12).

Hadjri mengatakan Golkar adalah partai terbuka. Golkar tak menutup pintu bagi kader yang pernah keluar dari partai untuk kembali berjuang bersama termasuk Ruhut.

"Kita kan terbuka, ya akan diterima," ujar Hadjri.

(rmd/vid)


Berita Terkait