Ssst! Sandal Bikinan Napi Ternyata Diminati Hotel Ternama

Ssst! Sandal Bikinan Napi Ternyata Diminati Hotel Ternama

- detikNews
Senin, 17 Des 2012 16:56 WIB
Ssst! Sandal Bikinan Napi Ternyata Diminati Hotel Ternama
Danu Damarjati/detikcom
Jakarta - Lelaki muda itu tampak bersemangat merakit sandal di pojokan The East Building, Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Produknya diminati banyak orang, termasuk hotel ternama di Jakarta. Padahal dia membuatnya dari dalam penjara.

Adi (27), tampak cekatan merekatkan karet sambil sesekali membenahi bentuk sandal hotel ciptaannya itu. Adi memang telah mengikuti pelatihan pembuatan sandal hotel di Lapas Salemba selama dua minggu.

Lalu, sepanjang hari ini (17/12/2012), dia bisa keluar menikmati udara setelah dua tahun mendekam di penjara. Dia sedang mengikuti pameran Napi Craft 2012, pameran produk kerajinan narapidana seluruh Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sandal bikinannya biasa dibeli oleh warga Lapas Salemba atau pengunjung Lapas yang tertarik. Kreasinya memang terlihat rapi, tidak kalah dengan produk produsen sandal ternama.

"Bahan-bahannya disediain Lapas, kita bikin. Itu bahannya dari limbah konveksi. Kalau pesan sejam juga udah jadi, satu pasang Rp 13 ribu," kata Adi.

Karena kualitas produknya, Adi dan kawan-kawan napinya pernah mendapat order sandal dari salah satu hotel ternama di Jakarta. Namun, karena beberapa keterbatasan, order itu tidak disanggupinya.

"Pernah ada pesanan hotel, pesan 1.000 pieces, wah kami belum bisa, tenaga kami nggak cukup, budgetnya juga kurang," keluhnya.

Maka dari itu, Adi mengharapkan perhatian pemerintah untuk mendukung usaha para napi. Terutama apabila para napi kembali ke masyarakat, usaha-usaha kreatif akan sangat membantu mereka untuk bertahan hidup.

"Saya menghuni Lapas paling setahun lagi. Saya besok juga pengin kalau ada rezeki saya pengin buka sendiri usaha beginian," kata pria asal Pemalang Jawa Tengah ini.

Napi yang ditahan karena membawa kabur gadis pujaannya ini menyimpan rindu kepada orang tuanya di Pemalang. Namun demikian, jika bebas dia akan memutusakn menetap di Jakarta dan membuktikan kepada orang tuanya bahwa dirinya bisa sukses.

"Namanya orang tua pasti anak sejelek apa pun tetap dicari. Dia juga pernah besuk datang jauh-jauh dari Pemalang," tutur Adi sambil optimistis mengenang orang tuanya.

(mad/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads