Suami Ny Agian Sesalkan RSCM Tolak Suntik Mati
Rabu, 22 Sep 2004 18:20 WIB
Jakarta -
Karena kasihan pada istrinya dan tidak sanggup membiayai pengobatan, suami Ny Agian menyesalkan penolakan RSCM untuk memberikan suntikan mati. Apalagi putrinya yang baru dilahirkan pun harus operasi hernia."Saya menyesalkan RSCM yang menolak suntik mati tersebut. Karena saya sendiri belum pernah mengajukan hal tersebut kepada RSCM. Saya mengajukan hal tersebut pada saat hearing dengan anggota DPRD Bogor pada 17 September."Demikian tutur Hasan Kesuma, suami Ny Agian Isna Nauli Siregar (33) yang menjadi korban malpraktik di RS Islam Bogor. Dia mengalami kerusakan permanen di pusat saraf otak setelah dilakukan tindakan medis usai melahirkan cesar. Dia kini dirawat di RSCM.Kenapa minta istrinya disuntik mati? "Ya karena biaya untuk pengobatan dan perawatan sangat besar. Saya tidak bisa memenuhinya kalau ini berlangsung lama dan terus menerus. Atas ketidakmampuan tersebut lah saya meminta suntik mati," jelasnya."Saya juga kasihan dengan istri saya. Kalau obat-obatannya tidak diberikan, dia menjadi tambah menderita hari demi hari. Itu semua karena saya tidak mampu memberikan biaya untuk perawatan dan obat-obatan," katanya sambil menundukkan kepalanya.Dituturkan Hasan, dirinya sudah menghabiskan puluhan juta untuk biaya pengobatan istrinya. Di RS Islam Bogor habis Rp 60 juta, dia pun berutang Rp 17 juta. Kemudian di RSCM selama 25 hari perawatan sudah habis Rp 30 juta."Anak perempuan saya Reggie yang baru berusia 2 bulan itu mau dioperasi, karena terindikasi terkena hernia. Jadi, biaya darimana lagi," ujarnya pilu.
(sss/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































