"Agenda hari ini sebenarnya kami ingin bertemu dengan pihak kopertis, namun karena ada media pihak kopertis membatalkan dengan alasan pertemuan tersebut terkesan difasilitasi oleh pihak kami," ujar Kepala Divisi Humas UNAS, Dian Meta Ariyanti usai mendatangi kantor Kopertis di Jalan SMA 14, Cawang, Jakarta Timur, Senin (17/12/2012).
Dian mengaku pihaknya telah beberapa kali melakukan pertemuan dengan pihak kopertis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu saat dihubungi secara terpisah Kepala Bagian Ujian Akademik dan Kemahasiswaan. Kopertis wilayah III, Budhi Hery mengaku belum pernah bertemu dengan pihak UNAS terkait kasus ijazah palsu.
"Belum ada pertemuan saya bahakan tidak tahu kalau hari ini mereka datang kesini," ujar Budhi.
Budhi menuturkan saat ini pihaknya menunggu klarifikasi dari pihak terkait. Menurutnya jika dari hasil klarifikasi terbukti, pihaknya akan melakukan peringatan.
"Kami akan meminta klarifikasi terkait kasus terhadap UNAS. Kalau terbukti setelah melalui proses klarifikasi adminitrasi kami akan beri surat peringatan, dan mereka diminta buat surat penyataan," ujarnya.
Lebih lanjut ia menuturkan jika pihak terkait masih melakukan perbuatan tersebut pihaknya akan memberi rekomendasi terhadap Dirjen dikti.
"Kalau masih terulang baru kami akan memberikan rekomendasi terhadap Dirjen Dikti agar menutup universitas tersebut," lanjutnya.
Budhi menjelaskan sampai saat ini pihaknya masih menunggu klarifikasi dari UNAs terkait kasus tersebut. Ia menduga pasalnya kasus tersebut bisa juga bukan kesalahan dari kampus tersebut.
"Karena kami masih memberi kesempatan karena bisa jadi itu bukan kesalahan dari kampus melainkan oknum jangan sampai kejadian seperti dikarenakan satu oknum," tandasnya.
(edo/lh)










































