"Kemungkinan besar Golkar akan mengadakan rapat untuk membahas surat dari Wantim. Mana-mana yang harus ditindaklanjuti dan mana-mana yang diposisikan sebagai masukan," kata Ketua DPP Golkar, Hadjriyanto Y Thohari, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (17/12/2012).
Menurut Hadjri, surat dari Wantim Golkar harus disikapi secara positif. Surat itu tidak meminta evaluasi, tapi lebih kepada permintaan agar DPP Golkar menyusun strategi untuk mendongkrak elektabilitas Ical.
"Memang surat itu mempertanyakan elektabilitas, tapi dalam konteks mencari taktik dan strategi. Apa lagi? Kok nggak naik kenapa? Naik sebetulnya, cuma nggak signifikan. Maunya kita kan dari nomor 3 naik ke nomor 1, tapi ini masih nomor 3," imbuhnya.
Sebelumnya, Wantim Golkar, melalui surat yang ditujukan ke DPP Golkar, mengusulkan agar ada pemantauan perkembangan elektabilitas capres Golkar satu tahun setelah deklarasi pencapresan Ical. Deklarasi pencapresan Ical kala itu digelar 1 Juli 2012.
"Dewan Pertimbangan menyampaikan saran dengan elektabiltas calon presiden, menyarankan ada waktu perlu dilakukan kajian yang mendalam untuk mengetahui sejauh mana kenaikan elektabilitas Partai Golkar dan calon presiden yang akan diusung Partai Golkar," kata Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tandjung, saat berbincang dengan detikcom, Rabu (12/12/2012).
(tor/lh)











































