62 Ribu Itik di Jateng Mati karena Virus Sejak September 2012

62 Ribu Itik di Jateng Mati karena Virus Sejak September 2012

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Senin, 17 Des 2012 16:27 WIB
Semarang - Setelah ayam, itik di Jateng diduga terjangkit flu burung. Sejak bulan September hingga hari ini (17/12/2012) terhitung ada 62.285 ekor itik mati karena virus.

Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Whitono mengatakan angka kematian tersebut masih terhitung kecil dibandingkan total populasi itik di Jateng yaitu 8,1 juta ekor. Atau hanya sebesar 0,76 persen.

"Jumlah tersebut didapat dari 22 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah. Tidak ada status kejadian luar biasa," kata Whitono saat dihubungi melalui telepon, Senin (17/12/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menambahkan ada tiga penyebab virus bisa sampai dan menyebabkan kematian pada itik di Jawa Tengah. Pertama adalah virus yang bermutasi sehingga menjadi virus mematikan. Kedua adalah virus yang bermigrasi dari luar.

"Bisa juga karena migrasi burung. Ada migrasi burung antar negara," tandasnya.

Dari 22 daerah yang didapati, ada kasus kematian itik karena virus. Kasus terbanyak berada di Kabupaten Demak yakni 13.200 ekor, Kabupaten Brebes sekitar 11 ribu ekor dan Kabupaten Karanganyar sebanyak 7.200 ekor.

"Daerah lainnya adalah Kota Tegal, Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Batang, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Banyumas, dan lain-lain," jelas Whitono.

Meski masih dalam penelitian apakah virus tersebut merupakan virus H5N1, Whitono melanjutkan, pihaknya sudah melakukan langkah antisipatif dengan menurunkan tim gerak cepat dan menyebarkan disinfektan.

"Sudah menyebarkan disinfektan sebanyak 1.300 liter. Rapat koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota juga sudah dilakukan," ujar Whitono.

Ia mengimbau kepada masyarakat waspada, tapi tidak perlu khawatir untuk mengkonsumsi telur ataupun daging itik. Syaratnya telur dan daging itu harus dimasak dengan benar.

"Untuk peternak yang kontak langsung dengan itik, kita anjurkan menggunakan masker dan setelah selesai cuci tangan dengan sabun hingga bersih," paparnya.

(alg/trw)


Berita Terkait