Kaum Marhaen Semarang Bentrok, Dua Orang Luka
Rabu, 22 Sep 2004 17:28 WIB
Semarang - Kekhawatiran ada gesekan pendukung capres di akar rumput benar-benar terjadi. Di Semarang, dua pendukung Megawati yang berbeda pilihan politik bentrok. Dua orang luka dalam bentrokan itu.Menurut saksi mata Endang, kejadian itu berawal saat dua kelompok massa yang sama-sama mengklaim sebagai kaum marhaen sedang merayakan syukuran sekitar pukul 16.00 WIB di Panti Marhaen, Jl. Brigjend Katamso Semarang, Rabu (22/09/2004).Satu kelompok massa yang tergabung dalam Komar (Komando Marhaen) merayakan kemenangan SBY dengan aksi cukur gundul. Sedangkan kelompok lainnya merayakan kemenangan Ketua DPC PDI-P Sriyono sebagai Ketua DPRD Kota Semarang.Kelompok pertama mengadakan aksinya di samping Panti Marhaen, sedangkan kelompok kedua ada di dalam ruangan. Meski terpisah, karena masih sama-sama dalam suasana sensitif, tiba-tiba keduanya bisa terpancing emosi sehingga terjadilah bentrokan itu."Orang-orang yang ada dalam ruangan itu tiba-tiba mendatangi kelompok yang sedang cukur gundul. Tanpa mengatakan sesuatu mereka langsung melabrak dan memukuli dengan kursi dan helm. Sepertinya mereka sedang mabuk minuman keras," kata Endang kepada detikcom di lokasi kejadian.Aksi cukur gundul pun bubar. Mereka melarikan diri. Tapi, naas dua diantaranya yakni Untung dan Triyono terjepit dan menjadi objek pukulan pendukung Mega. Keduanya luka pada bagian kepala dan pelipis. Satu buah sepeda motor milik orang Komar juga dikabarkan hilang. Diduga, kendaraan itu diambil kelompok pelabrak.Selepas melabrak orang-orang Komar, pendukung Mega meninggalkan lokasi. Untung yang lukanya cukup parah segera dilarikan ke RS Bhayangkara, sedangkan Triyono hanya dirawat di lokasi kejadian.Di RS, selama perawatan medis Untung dijaga polisi dan keluarganya untuk mengantisipasi kejadian lebih lanjut.Puluhan anggota Dalmas berdatangan sekitar 15 menit setelah kejadian. Mereka menetralisir lokasi dan meminta keterangan pada beberapa orang yang masih duduk-duduk di lokasi. Tak ada satu pun orang dari dua kelompok yang diamankan.Ketua DPC PDI-P Kota Semarang Sriyono kepada wartawan mengatakan bahwa dirinya tidak tahu menahu bentrokan itu. "Keduanya sama-sama teman. Mungkin hanya salah paham saja. Kami akan selesaikan di internal," katanya menutupi-nutupi di lokasi.Hingga pukul 17.00 WIB, polisi masih berjaga-jaga di lokasi. Belum diketahui sampai kapan mereka akan terus menjaga "kandang Banteng" Semarang itu. Jalan Brigjen Katamso yang biasanya macet, akhirnya bertambah parah.
(nrl/)











































