Selama ini Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat (PD), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tak pernah pesimis menatap masa depan PD. Namun kini SBY mengingatkan kadernya untuk siap kalah di Pemilu 2014. Ada apa?
Wakil Ketua Umum PD Max Sopacua melihat SBY mulai realistis saat ini. Melihat kondisi PD yang tengah jatuh karena sejumlah kader yang tersangkut kasus korupsi.
"Realita di lapangan memang begitu, karena realita di lapangan ketika elektabilitas turun kita harus realistis. Karena itu semua orang galau saat ini, siapa yang tidak galau dalam kondisi sulit seperti sekarang ini," kata Max kepada detikcom, Senin (17/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua tahu bahwa elektabilitas kita menurun. Kalau elektabilitas tidak dinaikkan ya harus siap kalah. Saya yakin yang disajikan Pak SBY ada semacam sugesti untuk kader agar kerja lebih keras lagi," ungkap Max.
Meskipun Max juga menyadari tak mudah mengangkat elektabilitas PD untuk memenangkan Pemilu 2014. Bagaimanapun harus ada yang berkorban untuk memulihkan nama baik PD, kalau tidak maka citra PD akan terus tersandera hingga Pemilu 2014.
"Itu resiko politik yang harus kami aalami. Sebagai pimpinan partai saya dari awal mendirikan partai ini, sekarang seolah-olah rumah yang kita bangun sedang dikerjain orang. Sekarag ini realistis kita nomor 3," ujar Max.
Kecuali ada yang mau berkorban, yakni kader yang bermasalah hukum untuk mundur. "Dengan prinsip bersih-bersih itu kan harus ada yang berkorban. Itu namanya bersih-bersih. Memang harus ada data yang valid, sekarang ini kita serahkan ke penegak hukum," tegasnya.
Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono meminta kader PD untuk legowo jika partainya kalah. Hal itu disampaikannya dalam perayaan HUT ke-11 PD di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Sabtu (15/12/2012).
"Jika kekuatan politik yang ada memenangkan partai politik lain, kita harus menerima dan lapang dengan jiwa besar," kata SBY.
SBY mengatakan, kader PD harus bersiap untuk tidak lagi menjadi the rulling party (partai penguasa). Bahkan, PD harus bersiap untuk menjadi oposisi.
"Kita tetap bisa berbuat untuk rakyat, baik bersama-sama di pemerintahan atau bertindak sebagai oposisi," sambung SBY.
(van/van)











































