"Karena untuk mengembalikan citra partai yang buruk biayanya lebih mahal dibandingkan dengan mencitrakan partai baru," ujar Peneliti Korupsi Politik ICW Apung Widadi saat berbincang, Minggu (16/12/2012).
Sebelumnya Sekretaris Departemen Pemberantasan Korupsi dan Mafia Hukum PD, Carel Ticualu, di sela-sela acara Silaturahim Nasional (Silatnas) PD di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, mengatakan dalam pertemuan tertutup, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono meminta pengurus DPP memenuhi keperluan logistik untuk menghadapi Pemilu 2014 dari sumber yang halal. Pernyataan itu, dinilai klise oleh Apung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal kalau dilihat, kata Apung, Demokrat terindikasi menggunakan dana mencurigakan untuk pendanaan politik memenangkan pemilu.
Menurut Apung, saat pemilu 2004 dan 2009 SBY disumbang oleh pengusaha-pengusaha besar, tapi kemudian pengusaha itu justru terjerat korupsi dengan memanfaatkan kekuasaan. Contohnya, Hartati Murdaya Poo, salah satu penyumbang dana kampanye SBY yang besar tapi kemudian menjadi tersangka penyuapan kepala daerah terkait bisnisnya.
"Ketika ICW minta laporan keuangan Demokrat pun, sampai sekarang tidak diberikan, bahkan ditolak hingga minggu depan proses ajudikasi di Komisi Informasi Publik. Nah, apa yang dikatakan PD itu bertolak belakang dengan keadaan sebenarnya," paparnya.
Dengan kondisi seperti ini, lanjut Apung, dikhawatirkan partai lain pun cenderung berani meniru. Bahkan partai kecil pun akan berani, karena partai penguasa tidak memberi contoh yang baik.
"Tahun 2013 akan menjadi tahun dana politik. Di mana setiap partai akan beramai-ramai mengumpulkan dana politik. Sayangnya, diprediksi partai-partai masih mengandalkan dana kotor seperti hasil korupsi anggaran dan transaksi dengan pengusaha hitam. Oleh karena itu, KPK dan PPATK juga perlu memantau transaksi politik hitam ini," tutupnya.
Diberitakan sebelumnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat menghadiri acara puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Demokrat yang ke-11 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, dalam sambutannya meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia atas perilaku kader partainya yang dianggap tidak baik.
"Pada kesempatan yang baik ini, saya juga mohon maaf pada rakyat Indonesia, jika ada perilaku kader partai Demokrat yang oleh Saudara-saudara, rakyat Indonesia, dipandang tidak baik. Sekali lagi saya mohon maaf," ujar SBY.
SBY meminta doa restu kepada seluruh rakyat Indonesia agar partai besutannya tersebut bisa berbuat lebih baik di masa mendatang. "Pada seluruh rakyat Indenesia, kami mohon doa restu agar Partai Demokrat bisa berbuat yang lebih baik lagi di masa depan," katanya.
(ega/nrl)










































