Dipecat Oleh Anas, Ruhut Dinilai Seperti Buah Simalakama

Dipecat Oleh Anas, Ruhut Dinilai Seperti Buah Simalakama

Mega Putra Ratya - detikNews
Minggu, 16 Des 2012 17:11 WIB
Dipecat Oleh Anas, Ruhut Dinilai Seperti Buah Simalakama
Ruhut diusir di Silatnas (Rengga S/ detikcom)
Jakarta - Ruhut Sitompul dipecat oleh Anas Urbaningrum dari kepengurusan DPP Partai Demokrat. Posisi Ruhut diibaratkan seperti memakan buah simalakama.

"Posisi Ruhut itu seperti memakan buah simalakama, 'maju kena, mundur kena'. Bila tidak dipecat berpotensi merugikan partai karena acap mengambil posisi berbeda dengan partai. Bila dipecat akan berteriak ke mana-mana menjatuhkan citra Anas," ujar pengamat politik dari Charta Politika Arya Fernandes saat berbincang, Minggu (16/12/2012).

Sebagai ketua umum, Anas berhak melakukan restrukturasi partai. Tapi bagi Ruhut sebagai pendukung Anas ketika Kongres PD 2012, pemecatan tersebut tentu sangat menyakitkan.

"Bila konflik Ruhut-Anas tidak teratasi secara baik, saya kira justru akan merugikan bagi PD. Sebagai media darling, Ruhut hobi bicara dan kadang komentarnya di media dalam banyak kesempatan tidak menguntungkan bagi imej partai," jelasnya.

Di internal partai, lanjut Arya, mungkin Ruhut tidak mendapatkan dukungan. Buktinya dalam acara Silatnas PD di Sentul, Bogor, Ruhut sempat diusir dari acara tersebut.

"Tapi yang berbahaya ada efek media yang ditimbulkan dari komentar-komentar Ruhut. Ruhut harus diakui adalah news maker. Dengan posisinya sebagai news maker bila konflik tidak teratasi tak tertutup kemungkinan dia akan buka borok partai," imbuhnya.

"Sebagai anggota DPR dan salah satu generasi awal PD, inner circle tim pemenangan Anas, Ruhut tentu mengetahui kartu truf dan rahasia partai dan Anas. Jadi bila akumulasi konflik Ruhut vs Anas tak teratasi dan Ruhut dikucilkan dari partai tak tertutup kemungkinan ia akan buka rahasia strategis partai," lanjutnya.

Oleh karena itu Arya menyarankan Anas mengakomodasi kebutuhan politik Ruhut di luar DPP PD. Misalnya Ruhut diberikan jabatan dalam sebuah badan otonom partai yang strategis.
Β 
"Saya kira akomodasi politik penting diberikan untuk mengerem sikap Ruhut. Salah satunya dengan menempatkan dia di badan otonom partai yang strategis.
Badan otonom itu struktur yang berbeda dengan struktur DPP tetapi masih bertanggung jawab ke ketua umum. Atau bisa saja menempatkan Ruhut sebagai dewan pembina di salah satu sayap partai," paparnya.

Seperti diketahui Ruhut dicopot dari posisinya sebagai Kepala Departemen Komunikasi dan Informasi PD. Namun Ruhut tak terima, dia baru akan menerima keputusan hanya jika pencopotan itu dilakukan oleh SBY.

Pada hari pertama pelaksanaan Silatnas Jumat (14/12), Ruhut sempat membuat heboh acara dengan datang ke tempat acara saat Anas sedang berpidato. Namun tak lama kemudian dia 'diusir' keluar.

(ega/nrl)


Berita Terkait