Ramah Tamah Kapolda Riau tentang Terorisme Berakhir Panas
Rabu, 22 Sep 2004 16:15 WIB
Pekanbaru -
Kapolda Riau Brigjen Dedy S Komaruddin mengundang tokoh masyarakat Riau untuk beramah tamah dengan tema terorisme. Suasana pertemuan berubah panas ketika masyarakat Riau dan wartawan dipojokkan Kapolda.Acara ramah tamah berlangsung di Hotel Pangeran, Rabu (22/9/2004) Jl Sudirman Pekanbaru juga dihadiri Gubernur Riau, Rusli Zainal. Ketika acara dimulai, suasana pertemuan masih berjalan normal. Perubahan terjadi ketika memasuki sesi dua arah (tanya jawab) yang diberikan kesempatan pada undangan.Karena temanya masalah teroris, salah seorang perserta, Azlaini Agus mempertanyakan kebijakan Kapolda Riau dalam menangani kasus teroris. Salah satu pertanyaan, masalah peledakan di Jl Arengka Pekanbaru yang sempat menewaskan 2 orang.Menurut Azlaini, masalah peledakan di ruko yang sempat menggemparkan warga Pekanbaru itu, Kapolda dinilai tidak konsisten dalam menjelaskan peristiwa yang sesungguhnya."Awalnya Bapak (Kapolda -red) sendiri mengatakan kasus tersebut merupakan ledakan dan ditemukan jenis pahan peledak. Anehnya, belakangan Bapak menyebutkan kasus tersebut merupakan kebakaran," tanya Azlaini yang juga anggota DPR RI terpilih dari Riau ini.Mendapat pertanyaan seperti itu, Kapolda Riau justru mulai ngelantur menjawabnya. Dia menjelaskan, bahwa yang menyatakan ledakan di Arengka merupakan bom adalah wartawan. "Saya hanya sekadar membenarkan pada temuan sementara saat itu terdapat residu RDX di lokasi serta dampak ledakan yang termasuk high explosive," jawab Kapolda.Kapolda malah mempertanyakan kembali soal sumbangsih masyarakat Riau terhadap pembangunan di daerahnya. "Kalau memang ingin bicara sumbangsih, lantas apa yang telah diperbuat putra Riau untuk Riau sendiri?" Kapolda balik bertanya.Ungkapan Kapolda yang mempertanyakan soal sumbangsih putra daerah itu, menjadi pemicu utama suasana yang berubah panas. Malah sejumlah undangan tokoh masyarakat dan anggota dewan merasa tersinggung. Karenanya, sejumlah anggota DPRD Riau yang hadir sempat meninggalkan ruangan pertemuan itu."Kita cukup tersinggung atas ucapan Kapolda. Lagi pula pertanyaan seperti itu bukan kapasitas dia. Tugas Kapolda di Riau ini melakukan pengamanan yang masksimal," kata anggota dewan yang meninggalkan ruangan sembari meminta namanya untuk tidak ditulis.Sedangkan Azlaini juga merasa kecewa atas ungkapan orang nomor satu di jajaran kepolisian Riau itu. Menurutnya, apa sumbangsih masyarakat Riau terhadap daerahnya, bukan kapasitasnya. Begitu juga pemojokan atas wartawan yang dianggap telah salah dalam pemberitaan soal ledakan di Arengka."Bukan kapasitas Kapolda Riau mempertanyakan sumbangsih putra daerah di sini. Disamping itu, kalau Kapolda mempersalahkan pemberitaan wartawan, ya mestinya dia bisa meluruskan kembali peristiwa yang sebenarnya. Jangan lantas hanya mempersalahkan wartawan," kata Azlaini kepada detikcom, usai pertemuan.Sejumlah wartawan media cetak dan elektronik daerah dan nasional juga tidak mau dipersalahkan begitu saja. Usai acara tersebut, wartawan ramai-ramai bertanya ke Kapolda yang cederung menyalahkan wartawan dalam peledakan di Arengka tadi."Kenapa Bapak mempersalahkan kami?"tanya wartawan. "Saya tidak mempersalahkan wartawan. Cuma dalam kasus di Arengka, ada wartawan yang lebih dulu mendapat informasi di lokasi adanya residu RDX. Karena itu tidak mungkin saya membantah telah terjadi ledakan," jawab Kapolda.
(nrl/)










































