Panjat Menara Sutet di Bogor, Yanti Nekat Bunuh Diri

Panjat Menara Sutet di Bogor, Yanti Nekat Bunuh Diri

Rafik Maeilana - detikNews
Sabtu, 15 Des 2012 23:23 WIB
Jakarta - Karena depresi, Yanti (37) warga asal Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, nekat memanjat menara sutet setinggi 40 meter yang berada di Jalan Amaliyah, Kampung Tipar, Kecamatan Ciawi, Bogor. Aksi nekat itu diketahui warga sekitar pukul 18.30 WIB.

Melihat aksi itu, warga segera melaporkannya kepada pihak kepolisian. "Saya kaget mas, ketika melihat keatas menara ada perempuan yang lagi memanjat," kata Satori (25), salah seorang warga, saat ditemui wartawan, Sabtu (15/12/2012).

Aksi itu dilakukan selama 3 jam diatas menara. Setelah dibujuk oleh petugas, wanita yang berprofesi sebagai pembantu rumah tangga di kota Depok itu akhirnya berhasil dimengurungkan niatnya untuk bunuh diri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena melihat kondisinya yang lemah, sekitar 8 orang warga langsung memanjat menara dan menurunkannya dibantu petugas PLN. Kericuhan sempat terjadi, ketika warga berhasil menurunkan janda 2 anak ini. Pasalnya, ribuan warga yang berkerumun ingin menyaksikan dari dekat, namun aparat kepolisian dari Polsek Ciawi langsung membawa pelaku percobaan bunuh diri tersebut ke RSUD Ciawi.

Saat dimintai keterangan, Yanti mengaku telah menjadi korban hipnotis dan pemerkosaan. Tak hanya itu, sebesar Rp3 juta uang hasil kerjanya selama 8 bulan menjadi pembantu raib digondol pelaku.

"Saya mau pulang kampung, lalu kenal dengan seorang pria di dalam bus. Setelah itu dibawa kesebuah kontrakan dan disekap selama tiga hari lalu diperkosa," katanya pada petugas.

Yati menjelaskan, karena stres tidak memiliki uang, dirinya nekat ingin mengakhiri hidup dengan memanjat tiang Sutet. Namun aksi nekat itu diurungkannya setelah mendengar bujukan warga dan mengingat keluarga dikampung halaman.

"Saya sadar dan ingat keluarga, uang saya semua diambil pelaku. Dan diterlantarkan di sebuah kontrakan," imbuhnya.

Kapolsek Ciawi AKP Sugianto mengatakan, pihaknya saat ini tengah menunggu kestabilan mental korban yang mengalami depresi, setelah itu akan memintai keterangan dan melakukan penyelidikan.

"Kami akan berkordinasi dengan dinas terkait untuk memeriksa kejiwaannya, setelah itu akan melakukan penyelidikan. Saat ini kondisi kejiwaannya masih belum stabil karena depresi," pungkas Sugianto.

(rvk/rvk)


Berita Terkait