"Di dalam kehidupan, orang kan ada pada tingkat sekali waktu kejenuhan, apalagi ketika menghadapi masalah. Ada orang yang di tengah jalan mengatakan saya tidak cocok politik. Tapi sebetulnya saya bangga bagaimana beliau mengatasi hal ini," kata Nurhayati dalam jumpa pers di Sentul International Convention Centr (SICC) Sentul, Bogor, Jawa barat, Jumat (15/12/2012) malam.
Menurutnya, ungkapan penyesalan Angie karena telah bergabung di partai politik hingga terlilit kasus korupsi, dinilainya sebagai hal yang wajar. Demokrat menurut Nurhayati, tetap membantu Angie.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bantuan hukum tetap diberikan kepada Angie, teman-teman juga rajin menengok Angie. Demokrat tidak ada yang meninggalkan Angie," lanjutnya.
Angie didakwa telah menerima uang sebanyak Rp 12,58 miliar serta US$ 2,35 juta dalam kurun waktu Maret 2010 hingga November 2010.
Uang tersebut diberikan oleh Permai Grup yang sebelumnya sudah dijanjikan oleh Mindo Rosalina Manulang.
Uang itu diberikan dalam rangka pengurusan proyek di sejumlah Universitas di Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendiknas, termasuk program pengadaan sarana dan prasarana di Kemenpora.
(bal/fdn)











































