Pasca Pilpres, Bom Tetap Jadi Ancaman Keamanan No 1
Rabu, 22 Sep 2004 15:18 WIB
Jakarta - Pasca pilpres, polisi masih menempatkan serangan bom teroris sebagai ancaman keamanan nomor satu. Sebab hasil pilpres dinilai tidak akan menimbulkan gejolak.Demikian dikatakan Kapolri Jenderal Da'i Bachtiar menjawab pertanyaan wartawan tentang ancaman keamanan jenis apa yang paling diantisipasinya, usai menghadiri rakor polkam di kantor Menko Polkam, Jl.Medan Merdeka Barat, Jakpus, Rabu (22/9/2004)."Yang pertama, tentunya kita mengantisipasi kemungkinan serangan teroris bom baru. Itu karena sepanjang belum tertangkapnya para pelaku utama dan itu akan terus menjadi ancaman kita," urai Kapolri."Kedua, kita harapkan respon dan reaksi dari hasil penghitungan pemilu. Kalau ada kalangan yang tidak puas, itu wajar saja. Walaupun ada reaksi yang dilakukan melalui jalur hukum, makanya saya kira harus juga berjalan dengan lancar dan aman," sambungnya.Keamanan saat ini dinilai kondusif. "Kalau lihat situasinya, sekarang begitu kondusif. Respon dan reaksi masih menunggu hasil resmi penghitungan dari KPU. Tapi hasil sementara ini dapat diterima tanpa gejolak. Kita harapkan, kondisi yang sekarang ini juga sampai pada akhir keputusan KPU. Tentunya kita harapkan tidak menimbulkan gejolak," demikian Kapolri.
(nrl/)











































