Fahmi: Saya Tidak Ingin Jadi Ketua Umum Golkar

Fahmi: Saya Tidak Ingin Jadi Ketua Umum Golkar

- detikNews
Rabu, 22 Sep 2004 15:07 WIB
Jakarta - Reaksi keras Fahmi Idris terhadap Akbar Tandjung cs mengakibatkan sejumlah tudingan terhadap Fahmi. Akbar cs menuding Fahmi sebenarnya ingin merebut posisi Akbar sebagai ketua umum Golkar. Namun, Fahmi membantahnya. "Saya tidak mau mencalonkan diri sebagai ketua umum dan tidak akan merebut posisi Pak Akbar," kata Fahmi kepada wartawan di sela-sela bertemu pemimpin redaksi media massa di Hotel Four Seasons, Jl. HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (22/9/2004). Fahmi berketetapan akan menghadiri Munas (musyarawarah nasional) Golkar di Bali pada Desember 2004 mendatang, meski dirinya sudah dipecat DPP. Namun, dia mempunyai hak untuk datang, karena diundang. Dan dalam Munas nanti, menurut Fahmi, dirinya tidak mancalonkan sebagai ketua umum Golkar. "Bagi saya, untuk periode mendatang, ketua umum partai sebaiknya dipegang oleh kader yang usianya di bawah 50 tahun," kata Fahmi. Ditanya siapa kader Golkar yang pantas menduduki jabatan itu, Fahmi Idris menyebut sejumlah nama kader muda Golkar. "Ya seperti Priyo Budi Santoso, Ade Komaruddin, dan lain-lain," kata dia. Bila memang kader di bawah usia 50 tahun tidak ada, maka tokoh-tokoh Golkar lainnya layak menjadi ketua umum. "Surya Paloh, Wiranto, Aburizal Bakrie, juga bisa," ujarnya. Soal Jabatan MenteriDitanya mengenai adanya tawaran jabatan menteri dari kubu SBY-Kalla, Fahmi tidak mau menanggapinya. "Saya tidak berhak berbicara ke arah itu. Mengenai kedudukan, praktis tidak dijangkau dalam pembicaraan-pembicaraan kami," kata diaBegitu juga didesak apakah bila dirinya jadi direcall DPP Golkar, kemudian dirinya akan menjadi menteri, Fahmi hanya menjawab, "Wallahu a'lam. Itu tergantung RI 1 dan RI 2," kata dia. Namun, dia akan mempertimbangkan bila memang dirinya akan dijadikan menteri. (asy/)


Berita Terkait