Liasion Officer PT Pertamina E&P, Field Pangkalan Susu, Daniel Munthe yang berada di lokasi menyatakan, berdasarkan keterangan dari pengelola sumut minyak ilegal ini baru saja dibor sekitar sepekan lalu.
“Diameternya kecil, paling sekitar empat inchi. Tetapi kedalamannya sudah mencapai sekitar 100 meter,” ujar Munthe.
Pengelola sumut minyak ini, yang diketahui bernama Poniman, bahkan sudah memperoleh sekitar 7 ton atau 7.000 liter minyak mentah dari sumur minyak tersebut.
Terkakit dengan ledakan disertai kebakaran di sumur minyak yang menyebabkan tujuh orang menderita luka bakar tersebut, hal itu dapat terjadi karena lokasi yang dibor warga itu ada kandungan gas. Jika sumbat gas terbuka maka gas akan menyembur bersama dengan minyak mentah.
Kapolsek Padang Tualang AKP Kosim Sihombing sebelumnya mengatakan, saat kejadian Jumat pagi sekitar pukul 06.15 WIB, minyak tiba-tiba menyembur saat pemasangan pipa. Salah satu korban diketahui tengah merokok sehingga api menyala dan membakar tujuh orang.
Sumur minyak ilegal yang terbakar itu berada di Dusun Proyek, Desa Buluh Telang, Kecamatan Padang Tualang, Langkat. Ada sekitar 3.000 sumur minyak kecil-kecil yang tersebar di Padang Tualang dan sekitarnya, dan selama ini dikelola secara ilegal oleh warga.
Rembesan minyak gampang muncul, mulai dari halaman rumah hingga kebun. Minyak mentah yang berhasil dikumpulkan, kemudian dijual kepada penampung.
(rul/fdn)











































