Persinyalan Kena Petir, Perjalanan KRL di Stasiun Manggarai Terganggu

Persinyalan Kena Petir, Perjalanan KRL di Stasiun Manggarai Terganggu

Nala Edwin - detikNews
Jumat, 14 Des 2012 17:48 WIB
Persinyalan Kena Petir, Perjalanan KRL di Stasiun Manggarai Terganggu
Jakarta - Gangguan sinyal KRL terjadi di Stasiun Manggarai. Gangguan ini disebabkan sambaran petir yang terjadi di perlintasan Cikini-Manggarai. Akibatnya terjadi antrean kereta di stasiun tersebut.

"Ini sudah bisa diatasi, namun memang masih ada antrean kereta," kata Kahumas PT KAI Daops I Mateta Rizalulhaq kepada detikcom, Jumat (14/12/2012).

Mateta mengatakan, sambaran petir terjadi pada pukul 15.50 WIB dan bisa diatasi pada pukul 16.25 WIB. Sambaran petir ini menggangu perjalanan KRL Kampung Bandan sampai Kemayoran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di sana juga kena dampak akibat sambaran petir ini," katanya.

Petir adalah salah satu masalah alam yang masih terus dicari solusinya oleh PT KAI. Gangguan persinyalan akibat petir ini kerap terjadi di sekitar perlintasan Mangarai-Bogor.

"Petir tidak menyerang langsung ke persinyalan, namun menyerang daerah di sekitarnya. Tenaga petir sangat besar, kemudian menyalur ke sekitarnya. Ini yang disebut induksi petir dan secara tidak langsung induksi petir ini akan membuat komponen-komponen mikro di sistem persinyalan terganggu," kata Senior Manager Sinyal Telekomunikasi Daops I Jakarta Roni Komar di Balai Yasa, Bukit Duri, Manggarai, Jakarta Selatan, Kamis (13/12/2012).

Roni mengatakan, saat ini PT KAI sedang memfokuskan masalah petir ini untuk perlintasan Manggarai-Bogor. Hal ini disebabkan Bogor memiliki 322 hari yang mengalami petir. "Ini bisa dibilang sering sekali ada petir, bahkan masuk Guinness Book of Records," katanya.

Roni mengatakan, sistem persinyalan lintas Bogor dibangun menggunakan standar persinyalan Eropa yang dibangun 1993 dan mulai beroperasi 1995. Sedangkah hari di mana ada petir di Eropa hanya 30 hari setahun. "Jadi proteksi sistem persinyalan harus didesain lagi agar handal terhadap masalah petir," katanya.

(nal/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini