KPU Kritik Pengamat yang Tidak Konsisten

KPU Kritik Pengamat yang Tidak Konsisten

- detikNews
Jumat, 14 Des 2012 15:45 WIB
KPU Kritik Pengamat yang Tidak Konsisten
Marwah Daud Ibrahim dan Sigit Pamungkas.
Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengkritik para pengamat yang dinilai tidak konsisten menanggapi putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Sehingga, pengamat sering berubah-ubah menilai putusan DKPP karena tidak punya landasan logika yang tetap.

Hal itu dinyatakan oleh salah satu anggota KPU Sigit Pamungkas dalam diskusi di Gedung Bawaslu, Jl Thamrin, Jakarta, Jumat (14/12/2012).

"Ini kritik buat para pengamat. Tidak punya patokan dan konsistensi saat menilai putusan DKPP. Saat menilai putusan DKPP yang meminta KPU memverifikasi faktual 18 parpol yang tidak lolos seleksi sebagai di luar tugas utama. Kita ingat juga DKPP membuat putusan untuk Pilkada DKI soal DPT yang harus ditentukan ulang," kata Sigit Pamungkas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tidak tahu apakah karena kasus Pilkada DKI tidak seksi untuk dikembangkan atau ikut suara publik. Atau karena sekarang berbeda. Akibatnya pengamat terombang-ambing dengan kondisi," tandas Sigit.

Mendapat kritik tersebut, salah seorang pengamat dari Soegeng Sarjadi Syndicate, Toto Sugiarto senyum-senyum. "Ini masalah fokus Mas Sigit. Fokusnya kemana," sahut Toto.

Diskusi ini dipicu oleh putusan DKPP yang yang menganulir hasil KPU soal 18 parpol yang tidak lolos seleksi administratif plus tidak layak ikut verifikasi faktual. Sebaliknya, DKPP menilai 18 parpol layak ikut seleksi faktual. Alhasil, KPU tunduk dengan putusan DKPP dan langsung memverifikasi 18 parpol yang tidak lolos tersebut.

(Ari/lh)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads