"Ini biar tuntutan kita dipenuhi. Biar jadi PNS," tegas Bedjo (50), perangkat desa dari Magelang, Jateng, saat ditemui di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (14/12/2012) pukul 14.45 WIB.
Bedjo berangkat dari Magelang sejak Kamis (13/12). Dia sempat menginap di kawasan Senayan. Bedjo bersama rekan-rekannya dari Magelang ingin sejahtera seperti PNS di desanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Biar diangkat jadi PNS, biar gajinya naik, setara dengan sekretaris desa. Selama ini gaji dari tanah bengkok, dari sawah milik desa. Penghasilannya nggak tentu, panen 3 bulan sekali dapat gabah 6 kuintal. Kalau dihitung hanya Rp 1,8 juta," terang ayah 3 anak ini.
Kehidupannya berbeda jauh dengan para PNS yang penghasilan per bulannya jauh di atas rata-rata dan bisa hidup sejahtera. Akhirnya dia bersama 55 orang rekannya di Lamongan datang ke Jakarta dengan bus untuk perbaikan hidup.
"Kalau dilihat dari baju kita punya pamor, tapi dari ekonomi morat marit," jelas Slamet yang mengenakan seragam coklat pamongpraja ini.
Lalu mengapa demo sampai blokir tol dan ricuh? "Rencananya sih tertib, saya perkirakan ada pihak ketiga yang menumpang kami, itu yang harus diusut," timpal Supriwanto, rekan Slamet dari Lamongan sambil berjalan menuju parkiran bus di Senayan. Mereka bubar setelah polisi menembakkan gas air mata yang membuat perih.
(ndr/ndr)










































