Carter Center & UE Nilai Pilpres Berjalan Demokratis
Rabu, 22 Sep 2004 14:08 WIB
Jakarta - Dua lembaga pemantau pemilu asing yakni The Carter Center dan dari Komisi Uni Eropa (UE) menilai, pilpres di Indonesia telah berlangsung transparan, berjalan baik dan demokratis."Hanya sedikit sekali terjadi kesenjangan. Dan memang ini tidak sempurna. Tetapi fakta, kami tidak menemukan kesenjangan yang besar, yang mempengaruhi hasil akhir," kata Ketua Delegasi The Carter Center, Daouglas B.Peterson, pada wartawan usai diterima Presiden di Istana Negara, Jl.Veteran, Jakpus, Rabu (22/9/2004).Peterson menyatakan, rombongannya bertemu Mega untuk memberikan ucapan selamat karena fakta di bawah kepemimpinannya, Mega telah berhasil melakukan pemilihan presiden secara langsung."Ini peristiwa yang bersejarah. Kami juga membicarakan beberapa perubahan yang harus dibuat untuk pemilu ke depan, terutama harus dipastikan bahwa para kandidat memiliki kesempatan untuk mengkampanyekan program-program mereka ke depan," urainya."Kami juga menyarankan, dalam kampanye, sangat sulit memperkenalkan posisi mereka dan menggambarkan misi dan visinya ke 32 provinsi. Itu kan sulit dikomunikasikan. Ini harus ada mekanisme yang bisa memastikan seluruh masyarakat mengetahui hal itu, mungkin waktu pencoblosan ditambah," papar Peterson.Hal senada diungkapkan Ketua Komisi Uni Eropa, Glyn Ford. "Kami besok akan memberikan laporan lengkap hasil pemantauan kami. Inti laporan, pemilu ini berjalan betul-betul demokratis dan kami akan memberikan rekomendasi mengenai perubahan dalam sistem pemilu atau perubahan cara pelaksanaannya agar pemilu ke depan berlangsung lebih baik," demikian Ford.
(nrl/)











































