Yono Membantah Oplos Bakso dengan Daging Babi

Yono Membantah Oplos Bakso dengan Daging Babi

Prins David Saut - detikNews
Jumat, 14 Des 2012 11:02 WIB
Jakarta - Suku Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan Jakarta Utara berhasil menemukan pemilik kios pengolahan baso oplosan daging babi. Yono, si pemilik kios di Tanjung Priok, menolak untuk mengakui praktek tersebut dengan alasan tidak pernah membeli daging babi.

"Ketemu tadi pagi, jadi dia juga sudah kita beri peringatan. Tapi dia tidak mengakui juga karena kata dia beli dagingnya sapi bukan babi," kata Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Sudin Peternakan, Perikanan, dan Kelautan Jakarta, Nasir, pada detikcom, Jumat (14/12/2012).

Nasir tidak percaya sehingga ditunjukkan oleh Yono tempat ia biasa membeli daging untuk warung baksonya. Yono menunjukkan pada Nasir pedagang daging yang memang samplenya negatif mengandung daging babi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terus dia bawa kita ke tempat beli daging. Ternyata di situ, di Pasar Anyar Bahari, di situ memang negatif," kata Nasir.

Namun Nasir tidak percaya begitu saja, ia meminta Yono menunjukkan lokasi penggilingan yang menjadi langganan Yono. Tempat penggilingan daging yang menjadi langganan Yono terletak di sebelah Pasar Anyar Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

"Kemungkinannya mana mungkin ada hasil positif daging babi dari sample-nya. Berarti di tempat penggilingannya. Nah, penggilingnya mungkin menyampurkan. Mungkin saja itu juga alasan si Yono, karena bisa saja dia beli daging babi di tempat lain," ujar Nasir.

Tempat penggilingan yang dimiliki oleh Surono tersebut pun membantah mencampur daging konsumen dengan daging babi. Pasalnya, tempat penggilingannya tidak menyediakan daging apa pun, melainkan hanya jasa menggiling daging yang dibawa oleh pelanggan.

"Dia (Yono) numpang giling di situ. Banyak orang yang giling di situ, makanya saya tanyakan ke tukang gilingnya tapi mereka nggak tahu. Tukang gilingnya kita berikan peringatan juga. Memang tempat penggilingan punya kesulitan, karena daging itu sudah diplastik dan langsung digiling," ujar Nasir.

Nasir tidak percaya pengakuan Surono, ia pun membawa kembali 3 sample dari daging yang berbeda yang digiling di tempat penggilingan Surono. "Nanti hasil gilingannya kita ambil terus nanti kalau ada yang positif kita tarik. Tadi kita ambil 3 sample hasil gilingannya," ujar Nasir.

Nasir pun memberikan surat peringatan kepada Yono dan Surono. Berdasarkan sample yang diambil Sudin Peternakan Jakarta Utara, Nasir menjamin daging yang dijual di Pasar Anyar Bahari bebas daging babi.

"Sementara tidak ada yang jual babi di Pasar Anyar Bahari," tutup Nasir.

Sebelumnya, Sudin Peternakan Jakarta Utara mendapat salah satu dari 16 sample daging olahan baso yang diuji di laboratorium mengandung daging babi. Pemilik sample tersebut adalah Yono, seorang penjual bakso di Tanjung Priok.

(vid/lh)


Berita Terkait