Kamboja Kembali Dilanda Wabah Flu Burung
Rabu, 22 Sep 2004 12:42 WIB
Jakarta - Wabah flu burung terus meluas. Kamboja telah mendeteksi kasus flu burung pertama sejak Maret di sebuah provinsi dekat ibukota Phnom Penh. Demikian disampaikan seorang pejabat Kementerian Pertanian senior Kmboja."Kami telah menemukan wabah baru flu burung, virus H5N1, di distrik Kien Svay di provinsi Kandal," tukas pejabat tersebut, San Vanthy, kepada kantor berita AFP, Rabu (22/9/2004).Dikatakan pejabat itu, 2.330 ayam telah tewas atau dibantai sehubungan dengan merebaknya kasus baru penyakit mematikan tersebut. Sedikitnya 28 orang telah meninggal di Thailand dan Vietnam selama dua gelombang wabah flu burung tahun ini di dua negeri Asia Tenggara itu.Menteri Pertanian Chan Sarun memerintahkan zona karantina untuk dibentuk dalam radius tiga kilometer sekitar daerah terjangkit, selama setidaknya 30 hari. Organisasi Kesehatan Dunia alias WHO mengkhawatirkan bahwa virus H5N1 bisa bermutasi ke dalam bentuk yang sangat menular yang bisa memicu pandemi flu burung global. Jutaan unggas juga telah tewas dengan enam negara Asia yang melaporkan timbulnya wabah baru sejak awal tahun ini.Pada gelombang wabah flu burung sebelumnya, yakni pada bulan Maret, Kamboja melaporkan 12 wabah baru penyakit yang belum ada obatnya itu. Tidak ada laporan terjangkitnya manusia dengan flu burung.Badan dunia PBB sebelumnya telah mengingatkan Kamboja bahwa kerajaan itu berisiko terkena wabah baru flu burung dikarenakan jaraknya yang dekat dengan Thailand dan Vietnam.
(ita/)











































