"Memang belum semua, tetapi sebagian besar sudah dihubungi secara tidak langsung. Melalui orang terdekat beliau masing-masing," ujar Ketua DPN Gema Hanura, Erik Satrya Wardhana, melalui telepon, Kamis (13/12/2012).
Demikian juga yang berlaku dalam komunikasi politiknya dengan Hary Tanoesoedibjo. Tidak secara langsung kepada pengusaha yang juga Ketua Dewan Pakar Partai NasDem itu, melainkan melalui orang dekat di sekitarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia tidak bersedia mengungkap siapa saja tokoh bakal cawapres yang telah melakukan komunikasi politik dengan Gema Hanura selain Hary Tanoesoedibjo. Tokoh lain yang juga diusulkannya ke DPP Hanura adalah Mahfud MD, Yusril Ihza Mahendra, Din Syamsudin, Anis Baswedan, Hatta Rajasa dan Chairul Tanjung.
"Ini bentuk apresiasi kami terhadap beliau semua. Penghargaan dari kami yang tertinggi adalah pencalonan sebagai wapres, sebab tidak mungkin untuk kami capreskan. Kami mendukung pencapresan Pak Wiranto," jelas Erik.
Beredar informasi bahwa tokoh yang telah menjalin komunikasi politik dengan Gema Hanura adalah Anis Baswedan, Yusril Ihza Mahendra dan Mahfud MD. Erik tidak memberikan konfirmasi atas kabar tersebut.
Dua kali pelaksanaan pemilihan presiden RI, dua kali pula Wiranto tidak pernah absen sebagai kontestannya. Pada 2004 purnawirawan TNI dengan pangkat terakhir jenderal ini menggandeng Shalahudin Wahid alias Gus Shalah sebagai pasangan capres-cawapres yang dijagokan oleh Partai Golkar.
Ketika mengikuti Pilpres 2009, Wiranto bersedia mengisi posisi cawapres untuk Jusuf Kalla yang diusung oleh Partai Golkar. Beberapa waktu lalu, Panglima TNI 1998-1999 ini menegaskan niatnya untuk mengikuti Pilpres 2014 sebagai bakal capres.
Siapakah cawapresnya kelak?
(roi/lh)










































