Hujan Interupsi Soal RUU Tembakau di Rapat Paripurna DPR

Hujan Interupsi Soal RUU Tembakau di Rapat Paripurna DPR

- detikNews
Kamis, 13 Des 2012 12:41 WIB
Hujan Interupsi Soal RUU Tembakau di Rapat Paripurna DPR
Demo menolak RUU Tembakau. (dok.detikcom)
Jakarta - DPR hari ini menggelar rapat paripurna untuk mengambil kesepakatan tentang RUU yang akan masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) tahun 2013. Rapat yang hanya dihadiri oleh 292 anggota itu diwarnai hujan interupsi soal penting tidaknya RUU tembakau masuk prolegnas 2013.

Ada 70 judul Rancangan Undang-Undang yang dilaporan oleh Baleg DPR untuk dimasukkan dalam Prolegnas Tahun 2013 pada rapat paripurna hari ini. Nah, dari 70 judul RUU itu, RUU tentang pertembakauan mendapat sorotan tajam anggota dewan yang hadir.

"RUU ini titipan industri rokok atau memberi perlindungan kepada petani tembakau yang sangat besar jumlahnya? Kita tahu tembakau salah satu kekayaan kita, pesan ini yang belum sampai. Apakah baleg bisa pertimbangkan judulnya jangan RUU pertembakauan tapi misalnya RUU Perlindungan petani tembakau," kata anggota FPAN, Teguh Juwarno memberi intrupsi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal itu disampaikannya di tengah-tengah rapat paripurna DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (13/12/2012).

"Ya tentu saja substansinya tidak hanya terkait cocok tanam pertanian tembakau, tetapi usaha terkait pabrik rokoknya dan sebagainya. Ini belum jelas jadi kita minta baleg memberikan pencerahan sebelum disepakati," lanjutnya.

Interupsi juga datang dari anggota Fraksi Golkar Firman Subagyo, menurutnya tembakau menjadi isu strategis tidak hanya soal kesejahteraan, tapi masa depan petani tembakau itu sendiri.

"Tembakau jadi isu strategis karena kami dengar usha petani tembaku akan dimatikan. Kami sepakat hendaknya sebelum pembahasan disosialisasikan di internal komisi terkait RUU ini. Komisi IV sangat berkepentingan, olehkarena itu kami menolak sementara RUU pertembakauan dimasukkan dalam Prolegnas," usulnya.

Mendapat hujan intrupsi, pimpinan rapat paripurna Taufik Kurniawan, menilai akan mempertimbangkan setiap masukan anggota yang telah disampaikan.

"Terkait masalah yang sudah disampaikan kami sudah catat. Sehingga secara prinsip apa yang disampaikan pak Ignatius telah memperoleh kesepakatan dari masing-masing frkasi. Dengan berbagai pertimbangan dan catatan kita minta kaitan judul, asprasi dan seterusnya sehingga harapan dari baleg atas permintaan kawan-kawan untuk dilakukan koordinasi dan sinkronisasi terhadap RUU tembakau, JPSK dan perampasan aset koruptor," kata Taufik.

Namun, kesimpulan pimpinan rapat itu rupanya tidak membuat puas anggota dewan yang tidak sepakat RUU Pertembakauan dimasukkan dalam prolegnas 2013.

"Pimpinan, kalau ingin dirubah judulnya rubah saja sekarang, karena RUU pertembakauan ini tidak pernah masuk prolegnas lima tahunan. RUU ini kan usulan yang salah satunya ada Sampoerna, jadi drop saja," kata anggota Fraksi Gerindra, Sumaryati.

Olehkarena masih banyak yang tidak setuju dan pro kontra dengan RUU pertembakauan, maka pimpinan mengambil jalan tengah untuk skorsing agar pimpinan lobi dengan Baleg.

"Bagamana kalau kita skor dulu, antara baleg dengan pimpinan untuk mendiskusikan 10 menit saja untuk kemudian kita ambil keputusan," kata Taufik disusul ketukan palu.

Namun skorsing yang dimulai pukul 12.05 WIB, hingga pukul 12.30 WIB rapat belum juga dimulai. Sementara beberapa anggota dewan memilih keluar ruang paripurna.

(iqb/lh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads