Lagi, Sandera AS Tewas di Irak
Rabu, 22 Sep 2004 10:22 WIB
Jakarta - Kelompok terkait al Qaeda pimpinan Abu Musab al-Zarqawi mengklaim telah membunuh sandera Amerika kedua. Klaim yang diposting di sebuah situs internet itu belum bisa dibuktikan kebenarannya.Kelompok al-Zarqawi, Tawhid dan Jihad, telah menculik dua warga AS -- Jack Hensley dan Eugene Armstrong -- serta seorang warga Inggris Kenneth Bigley pada Kamis (16/9/2004) lalu dari sebuah rumah di kasawan Baghdad. Demikian seperti dilansir AP, Rabu (22/9/2004).Salah seorang insinyur sipil itu, Armstrong telah lebih dulu dipenggal penculik dan Senin (20/9/2004) lalu kelompok militan tersebut memposting video kematian pria berusia 52 tahun itu.Klaim pembunuhan sandera kedua AS itu muncul setelah berakhirnya batas waktu 24 jam yang ditetapkan penculik untuk membebaskan semua perempuan Irak dari penjara. Ini juga setelah kerabat keluarga sandera di AS dan Inggris memohon pengampunan bagi Bigley, 62, dan Hensley, yang akan berulang tahun ke-49 pada Rabu ini. "Kami belum punya konfirmasi sampai sekarang bahwa tubuh yang ditemukan itu adalah Jack Hensley. Kami saat ini masih berharap bahwa Jack Hensley masih bersama kami," tukas istri Hensley, Pati."Putra-putra bangsa yang giat telah membunuh tawanan Amerika kedua setelah deadline berakhir," demikian statemen militan. Peryataan tersebut ditandatangani dengan nama samaran Abu Maysara al-Iraqi, nama yang biasanya digunakan pada statemen-statemen dari kelompok ak-Zarqawi. Namun dalam statemen singkat itu tidak disebutkan nama sandera yang dibunuh.Dalam pernyataan penculik berikutnya, mereka mengancam bahwa sandera Inggris, Bigley akan menjadi korban pemenggalan selanjutnya. Tidak disinggung deadline apapun juga keotentikan pernyataan tersebut tidak diketahui.
(ita/)











































