"Skalanya 0-100, di atas 80 baik. Pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Ada beberapa tahapan, kita mengumpulkan koding surat kabar, kejadian-kejadian di surat kabar, diamati setiap hari," jelas Kepala BPS Suryamin dalam jumpa pers Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di Hotel Borobudur, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (12/12/2012).
Untuk peringkat kedua terbaik dicatat DIY di angka 74,3 kemudian disusul Sumsel 73,65. Selanjutnya nomor dua terendah setelah Sultra yakni Jatim di angka 55,12.
Penilaian ini dilakukan sejak 2009-2011. Sejumlah variabel yang dinilai yakni hak politik dan lembaga demokrasi. Secara spesifik dibagi lagi dalam sejumlah variabel.
Untuk variabel kebebasan sipil terdiri dari kebebasan berserikat berkumpul, kebebasan berpendapat, dan kebebasan berkeyakinan, serta kebebasan dari diskriminasi.
Kemudian variabel hak-hak politik yang terdiri dari sejumlah hal yakni hak memilih dan dipilih, hak partisipasi politik dalam pengambilan keputusan.
Ketiga lembaga demokrasi melalui pemilu bebas adil, peran DPRD, peran parpol peran birokrasi Pemda, dan peran peradilan yang independen.
(ndr/nrl)











































